Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Menengok Aktifitas Bengkel Kerja Warga Binaan Lapas Banjarbaru

Arief • Sabtu, 22 Desember 2018 | 09:14 WIB
menengok-aktifitas-bengkel-kerja-warga-binaan-lapas-banjarbaru
menengok-aktifitas-bengkel-kerja-warga-binaan-lapas-banjarbaru

Kehidupan di dalam penjara tak sepenuhnya hanya mendekam di balik jeruji besi. Beberapa Napi juga diberi kesempatan untuk belajar. Termasuk mengolah kerajinan dari rotan.


MUHAMMAD RIFANI, Banjarbaru


Setiap pagi. 40 napi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Banjarbaru dengan kriteria khusus berkumpul di Bengker (Bengkel Kerja). Mereka berlatih membuat kerajinan tangan dari bahan rotan. Waktunya hingga siang. Kalau lembur sampai sore.


Saat penulis berkunjung beberapa waktu lalu. Ruangan Bengker sudah dipenuhi dengan peralatan pengolah rotan. Beberapa Napi terlihat sedang fokus dengan pekerjaannya. Ada yang memilah rotan hingga menganyam.


Mereka tidak beraktivitas sendiri. Sosok kakek Nuri jadi mentornya. Melatih para Napi mengolah rotan. Fokusnya membuat kursi. Namun di awal-awal para Napi diajarkan untuk menganyam dulu.


"Kita baru mulai di sini. Saya diminta pihak Lapas untuk mengajarkan mereka. Awal-awal ini menganyam dahulu," kata pria yang berdiam di Martapura ini.


Kakek Nuri memang piawai mengolah kerajinan dari rotan. Namun berbagi ilmu kepada para Napi jadi pengalaman baru baginya. "Baru pertama ini. Alhamdulillah mereka cukup cepat paham, tapi memang perlu proses," ujarnya.


Semangat para Napi untuk berkarya adalah yang membuat Kakek Nuri telaten mengajari. "Semoga bermanfaat ilmunya dan nanti bisa digunakan di masyarakat," ujarnya.


Salah seorang napi yang enggan namanya dipublikasikan bercerita. Bahwa kegiatan di Bengker membuatnya punya aktivitas baru. "Untuk mengisi waktu luang di sini. Makanya ikut ke sini," kata pria yang beralamat di Kelayan Banjarmasin ini.


Menurutnya, belajar mengolah kerajinan dari rotan baru sekali dijajakinya. "Pertama sekali. Tujuannya sih agar dapat ilmu nantinya," singkatnya disela kesibukannya menganyam rotan.


Salah seorang Napi lainnya yang juga tidak ingin identitasnya diekspose menyatakan hal senada. Mengisi hal-hal bermanfaat ketika menjalani masa tahanan adalah tujuannya bekerja di Bengker.


"Awalnya memang susah bikinnya. Tapi karena diajarin, sekarang lumayan sudah bisa. Ya senang lah bisa berkarya," ujar Napi yang tinggal di Banjarbaru ini.


Lalu katanya di Bengker dia juga bisa berkomunikasi lebih intens dengan yang lainnya. "Saling ngobrol juga. Baik sama Kakek Nuri maupun para pembina di sini juga," jawabnya.


Kalapas Banjarbaru, Abdul Aziz melalui pembina Bengker, Hendra Noviansyah memang memperuntukkan Bengker ini untuk para Napi yang ingin berkarya. Sebab tidak dipungkirinya bahwa tidak sedikit para napi yang punya bakat di bidang kerajinan tangan.


"Hasil dari kerajinan mereka ini nantinya akan dipajang di galeri. Juga kita jual bagi yang tertarik membeli karya mereka. Makanya kita siapkan galeri kerajinan WBP (Warga Binaan Pemasyarakatan) di sini, tepatnya di ruang tunggu," kata Hendra.


Selain mengolah kursi dari rotan. Di Bengker sebut Hendra juga banyak yang dikreasikan. Seperti membuat bunga dari plastik hingga berbagai macam miniatur kapal dari kayu maupun rotan.


"Memang prosesnya tidak cepat seperti para profesional. Namun harapan kita sebetulnya adalah menyiapkan mereka untuk punya modal dan bekal selama menjalani masa tahanan di sini. Sehingga ketika kembali ke masyarakat, diharapkan bisa bermanfaat, bahkan bisa jadi pekerjaan," jelasnya.


Hendra menyebut memang yang bekerja di Bengker tidak semua tahanan. Hal ini katanya mengacu pada prosedur dan keamanan.


"Sekarang 40 orang. Mereka yang sudah sidang TPP (Tim Pengamat Pemasyarakatan). Ini berdasarkan rekomendasi dan disaring oleh tim, namun rencana kita juga akan terus bina WBP yang lainnya," ujarnya.


Kasubsi Kamtib Lapas Banjarbaru, Fikri Rahmadian yang juga mendampingi penulis saat berkunjung. Menjelaskan kalau para WBP di Lapasnya juga banyak aktivitas selain di Bengker.


"Kita ada juga kebun dan penanaman hingga kesenian. Terus kalau aktivitas keagamaan ada salat berjamaah rutin terus turut juga ada tausiah dan belajar soal keagamaan. Kita memang ingin di Lapas ini dipenuhi aktivitas positif dan bermanfaat bagi WBP," pungkasnya. (al/ram)

Editor : Arief