Berawal dari rasa penasaran terhadap instrumen musik, Avani Galuh Zaneta terjun menggeluti alat gesek biola sejak usia 7 tahun. Ambisinya telah membawa musisi cilik ini ke ajang Asia Pasific Arts Festival.
DONNY MUSLIM, Banjarmasin
Avani (9) merupakan salah satu pemain biola cilik. Yang tampil dalam ajang drama musikal Bukan Cinderella dan Sepatu Kaca dari persembahan Purwacaraka Music Studio Banjarmasin. Gelaran ini berlangsung di Atrium Transmart Duta Mall Banjarmasin, kemarin (26/8).
Ia duduk berjejer bersama pemain alat gesek lainnya. Di atas panggung, Avani terlihat paling mungil. Meski begitu, tangannya lincah memainkan biola sambil mengiringi penampilan drama musikal.
Hidup di kalangan keluarga musisi, sejak umur 7 tahun ia sudah penasaran dengan biola. Sang kakak, Harith Fajar Alfurqan yang telah menginspirasinya. Saudaranya ini lincah memainkan gitar klasik.
"Jadi sering ikut-ikutan kakak kalau pentas. Jadi penasaran, akhirnya masuk sekolah musik," kata Avani.
Di luar sekolah musik, ia memang suka jor-joran kalau belajar biola. Di kediamannya, ia kerja keras berjam-jam belajar memainkan alat gesek.
Ditanya musisi favorit, ia menunjuk Wolfgang Amadeus Mozart, sang komponis yang terkenal lewat Turkish March dan Symphony No.40. Begitu pula dengan komponis lainnya seperti Ludwig Van Beethoven dan Bach.
Tahun 2018 lalu, rasa penasaran Avani membawanya mengikuti ajang internasional. Ia tampil dalam Asian Pasific Arts Festival di Kuala Lumpur. Mendapatkan penghargaan emas dari pihak panitia untuk kategori biola.
Waktu itu, Avani tampil dengan pakaian tradisional Papua, memainkan lagu daerah Yamko Yambe Yamko. Ditemani komponis senior, Purwacaraka, Avani tampil energik.
Sang Ayah, Berry Nahdian Furqan menyebut, dengan terjunnya Avani ke dalam dunia musik tak cuma mengasah keahliannya. Lebih dari itu, kepengin memantik kemampuan otak kanan putrinya sendiri.
"Ketika sudah dewasa nanti, kemampuan otak kanan ini sangat dibutuhkan. Mengasah kreativitasnya dengan tampil di depan umum," tuntasnya. (dom/ma/nur)
Editor : Arief