Bisnis crafting buket bunga kian berkembang di Banjarmasin. Tak melulu dari bunga segar atau olahan kertas. Bucket yang satu ini juga tak kalah unik. Yasmin Qamarani (23) mendirikan Rumah Kreatif Muslimah. Ia mengubah kain jilbab menjadi rangkaian bunga.
TIA LALITA NOVITRI, Banjarmasin
Di sela-sela waktu usai bekerja, Yasmin memulai kesenangannya. Duduk manis di hadapan beberapa peralatan dan bahan membuat buket bunga.
Tak perlu berapa lama beberapa buket diselesaikan. Bahan utamanya adalah kain jilbab beraneka warna. Baik itu kerudung paris, saudia, satin, hingga katun sasirangan.
Langkahnya cukup rumit bagi pemula. Tangan dilatih untuk mahir melipat, melilit, dan mengikat beberapa bagian kain. Dalam satu helai kerudung mampu menghasilkan satu hingga empat kuntum bunga.
Bahan yang digunakan cukup simpel. Selain kain jilbab, buket ini juga menggunakan karet kecil, kawat kecil, pita, dan putik bunga plastik. Tak lupa juga beraneka kertas pembungkus. Seperti cellophane, spunbond, wrapping paper, hingga kertas tisu.
Kegemaran ini berawal dari hobinya membuat kerajinan tangan. Bertepatan dengan momen sidang skripsi temannya dua tahun lalu, Yasmin mencoba membuat inovasi. Ia pun berniat memberi bunga antimainstream. Iseng saja, akhirnya jadilah buket bunga berbahan kerudung.
Karya perdananya itu mendapat apresiasi dari muslimah sekelilingnya. Perlahan ada yang membuat pemesanan. "Awalnya iseng, ternyata teman-temanku suka dan memesan," kenangnya.
Permintaan itu kian meluas. Tak hanya dari Banjarmasin saja, Yasmin bahkan pernah menerima pesanan dari luar pulau. Surabaya salah satunya.
Selain memajang di tokonya di Jalan Cemara, Yasmin juga menjualnya secara online. Promosi lewat media sosial Instagram gencar dilakukan. Seperti yang ada di akun @ranayaflowers_ dan @rumahkreasimuslimah_. Ia juga menjual karyanya di showroom Dewan Kerajinan Tangan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Banjarmasin.
Belasan bahkan puluhan buket dihasilkan dalam sebulan. "Dikerjakan sesuai orderan, sebagian juga dipajang di toko," ucap perempuan yang berprofesi sebagai protokoler Pemko Banjarmasin itu.
Buket jilbab ini masih dipatok dengan harga yang terjangkau. Padahal kegunaan, tampilan, dan kualitasnya sangat prima. Berkisar antara Rp35 ribu hingga Rp300 ribu. Tergantung jumlah dan jenis kain kerudung apa yang ingin dipakai. "Buket paris isi satu dihargai Rp35 ribu. Ada juga buket sasirangan, harganya Rp300 ribu berisi 5 kerudung," jelasnya
Kurang lebih ada 15 varian buket yang Yasmin jual. Selain kerudung dan sasirangan, juga bisa membuat buket berbahan mukena. "Tergantung jika ada permintaan pembeli," ucap Wakil 2 Galuh Banjar Kalsel 2015 itu.
Menurut Yasmin, sejauh ini usahanya mendapat respons positif dari masyarakat. Khususnya di Kota Banjarmasin. Kesibukannya memuncak ketika ada momentum khusus, seperti wisuda dan hari valentine.
Pesanan juga mengalir ketika ada acara formal, pernikahan, akikahan atau sidang skripsi. Untuk memenuhi pesanan, Yasmin dibantu oleh beberapa anak buah. "Industri ini dibantu oleh beberapa pekerja," ucap warga Jalan Belakang Mesjid Jami itu.
Dua tahun berjalan, Yasmin pernah diminta membuat buket untuk tamu khusus pemerintah. Ia dipercaya oleh Siti Wasilah, Ketua TP-PKK sekaligus istri Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina. "Saya membuat buket sasirangan untuk Ibu Presiden, Ibu Wapres, dan tamu kementerian," sebutnya.
Ia juga dipercaya menjadi mentor dalam pelatihan potensi. Beberapa waktu lalu, Yasmin mengajarkan cara membuat buket kepada mahasiswa di Banjarmasin. Momen ini dimanfaatkannya untuk berbagi ilmu sekaligus menginspirasi kawula muda untuk berkarya.
Bicara soal saingan, Yasmin mengaku tak khawatir. Sebagai penggagas buket hijab pertama di Kalsel, Yasmin bermodal keyakinan. Ia tahu betul, karyanya autentik dan berbeda dengan yang lain. "Sekarang sudah ada 4-5 online shop serupa. Mengedepankan kualitas dan tampilan secantik mungkin, saya yakin akan tetap menarik perhatian," ucapnya.
Baginya, usaha ini tak semata soal materi. Lebih dari itu, kemampuan Yasmin makin terasah dan bisa bergaul dengan banyak orang. Sekaligus mengenalkan sasirangan ke berbagai kalangan. Buket ini juga menjadi sarana syiar. "Maunya ini bermanfaat dan bisa jadi cara untuk mengajak para akhwat untuk berhijab," tuntasnya.(at/dye)
Editor : Arief