Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Baliman, Grup Band Lintas Agama di Banua

Arief • Senin, 19 Maret 2018 | 13:49 WIB
baliman-grup-band-lintas-agama-di-banua
baliman-grup-band-lintas-agama-di-banua

Berawal keinginan menebarkan rasa nasionalisme dan pluralisme di kalangan anak muda. Arif Riduan dan beberapa temannya membentuk sebuah grup band. Diberi nama Baliman Band. Kepanjangan dari Band Lintas Iman. Berikut kisahnya.

ENDANG SYARIFUDDIN, Banjarmasin

Seperti namanya, band ini beranggotakan anak muda dengan latar belakang keyakinan berbeda. Semua agama ada di grup ini.

Kemarin (18/3) pagi, band ini kebetulan hadir di Aula Sasana Sehati, Gereja Katedral Banjarmasin. Mereka diminta menghibur peserta sarasehan jelang perayaan  Paskah 2018. “Kami diundang manggung  untuk mengisi acara di gereja,” kata Arif, leader Baliman.

Dia lantas menceritakan asal mula terbentuknya Baliman. Bermula dari organisasi Forum Komunikasi Pemuda Antar Iman (FKPAI) tahun 2012. Anggotanya ratusan anak muda dari berbagai latar belakang agama.

Forum tersebut sering menggelar diskusi. Karena punya misi yang sama, beberapa orang akhirnya tercetus ide untuk membentuk sebuah grup band. "Kami semua sepakat ingin menebarkan rasa nasionalisme dan pluralisme di kalangan muda Kalsel. Bukan hanya dengan cara diskusi dan seminar saja," kata Arif.

Personelnya, Arif Riduan (cajon), Iskandar (gitar), Zay Decan (gitar), Fini Novitasari (vokal), Linda Colin (vokal), Rita Ria (Vokal), Steven Alfonso (gitar), Sayyid Ahmad (panting), Shasa Jarkasi (vokal) dan Wahyu Prasetia (vokal).

Arif, Iskandar, Zay, Fini, Sayyid, Shasa serta Wahyu tercatat sebagai muslim. Sementara Linda dan Rita memeluk ajaran Katolik. Sedangkan Steven beragama Budha.

“Kami tetap konsisten menjadi band yang memang diperuntukan untuk menebarkan rasa nasionalisme dan pluralisme,” ucap Ole bangga. Ole adalah panggilan untuk Arif.

Baliman memang punya banyak personel. Namun, tak semuanya yang bisa selalu hadir.  Lantaran terbentur aktivitas lain. “Seperti hari ini (kemarin,red) kami cuma berempat. Kami bebas saja, tidak terikat,” tuturnya.

Arif menyebut, mereka mengusung aliran pop dan rock alternatif. Mereka kerap menyanyikan lagu-lagu Coklat, Netral dan Chrisye. “Penampilan di Katedral, kami nyanyikan lagu musikalisasi puisi judulnya Kebhinekaan, lascar Pelangi Nidji dan beberapa lagu popular lainnya,” ujarnya.

Belakangan, jam terbang Baliman makin padat. Mereka menjadi pengisi acara Pemuda Lintas Iman Nasional di Sinode Gereja Kalimantan Evangelis (GKE). Pelantikan pengurus baru mahasiswa Buddha di Vihara Dhamasoka. Ulang Tahun Lembaga Kajian Keislaman Kemasyarakatan (LK3) Banjarmasin. Dan terakhir di Aula Gereja Sasana Sehati. (ma/nur)

Editor : Arief