Koperasi hidup segan mati tak mau, itu cerita biasa. Namun, jika ada koperasi yang punya simpanan modal hingga Rp8 miliar. Dan sanggup mengumrahkan anggotanya, itu baru luar biasa.
SYARAFUDDIN, Banjarmasin
KOPERASI adalah ide orisinil karya Bung Hatta, proklamator sekaligus Wakil Presiden Indonesia pertama. Digagas untuk melawan para kapitalis di perkotaan dan melawan lintah darat di pedesaan.
Prinsip yang dipegangnya idealis, dari anggota untuk anggota. Tapi zaman sudah berubah, koperasi dianggap usang. Orang kini lebih mengenal pinjaman bank dan jasa kredit. Meski tak jarang besaran bunganya mencekik.
Koperasi pun kian ditinggalkan. Kebanyakan koperasi yang kita kenal tinggal plang nama. Pada era digital seperti sekarang, koperasi paling banter hanya dibahas di buku pelajaran IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial) milik anak SD.
Namun, selalu ada pengecualian. Tengoklah ke gedung serba guna Kopertis XI Kalimantan di Jalan Adhyaksa, kemarin (27/2) pagi. Ratusan guru SD dari Kecamatan Banjarmasin Utara tampak riuh bersidang.
Semua kompak mengenakan kemeja Sasirangan warna merah darah. Yang dibahas buku laporan keuangan tahun 2017 milik KPN (Koperasi Pegawai Negeri) Guru Banjar Utara. Jika walikota berkenan hadir untuk membuka sidang, sudah cukup untuk menggambarkan kesuksesan koperasi ini.
Panitia tampak sedikit lesu. SHU (Sisa Hasil Usaha) tahun 2017 mencatatkan nominal Rp475 juta. Turun dibanding tahun 2016 yang angkanya melampaui setengah miliar.
"Angka pinjaman modal usaha menurun. Jangan-jangan anggota kami sudah makin sejahtera. Jadi tak perlu lagi meminjam duit ke koperasi," kata Ketua KPN Guru Banjar Utara, Sumarno dengan nada bercanda.
Disebutkannya, pinjaman terbesar yang diberikan tahun lalu mencatatkan angka Rp75 juta. Bunga pinjamannya ringan, dipatok pada satu persen.
Disebut turun sekalipun, KPN Guru Banjar Utara masih mampu menambah aset. Berupa dua unit bus wisata untuk disewakan dan menambah pemasukan koperasi. Bahkan, sidang kemarin tetap diramaikan hadiah undian. "Hadiah utamanya adalah ongkos pergi umrah untuk satu orang," imbuh Sumarno.
Satu lagi, rasio anggota KPN Guru Banjar Utara per tahun masih terbilang sehat. Perbandingannya 1:3, artinya satu anggota baru masuk, tiga anggota lama keluar. Entah karena mutasi tugas, pensiun, atau meninggal dunia.
Bandingkan misalnya dengan KPN lainnya. Yang perbandingannya berkisar pada 1:5, 1:7 dan bahkan 1:10. Anggota koperasi ini per 2017 berjumlah 647 orang, di mana 12 orang masuk dan 35 orang keluar.
Kepala Dinas Koperasi UMKM dan Tenaga Kerja Banjarmasin, Priyo Eko Wusono menyebutkan, dari lima koperasi guru SD di Banjarmasin, hanya Utara yang terbilang sehat. "Kalau Selatan lumayan, Barat yang mati suri. Sedangkan Timur dan Tengah masih hidup," ujarnya.
Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina pun meminta dua koperasi ini untuk segera berbenah. "Tak usah pakai studi banding keluar daerah, tinggal menyeberang ke Utara saja. Belajarlah dari cara kerja koperasi di sini," pesannya.
Dia yakin, hal pertama yang harus dimiliki koperasi yang ingin bangkit dari mati suri adalah kepercayaan. "Kalau pengurusnya sudah amanah, anggotanya pun tenang," imbuhnya.
Meski sukses, Ibnu meminta KPN Guru Banjar Utara tak larut dalam euforia. Sebab, persaingan kian sengit. Terutama program pinjaman yang ditawarkan perbankan. Kian canggih dan mudah. Serta diiringi iming-iming hadiah. "Kalau koperasi tak berinovasi, pasti kalah dengan kawan-kawan perbankan yang kian ekspansif," tegasnya. (at/nur)
Editor : Arief