Publik Indonesia tersentak acara pernikahan Muhammad Prayudha anak pengusaha terkenal Tapin, Muhammad Hatta (Haji Ciut). Pasalnya, selain mengundang belasan artis ibukota, pestanya sendiri benar-benar mewah.
FADLI RASIDY, Tapin
Koordinator Acara Haji Syamsul mengatakan konsep panggung yang dipakai adalah Kastil Cinderella dan ala Arabian yang dipadu budaya Banjar.
"Konsep itu dipakai, atas rekomendasi dari kedua mempelai," ungkap Syamsul, yang menjadi orang terdekat Haji Ciut ini, Rabu (14/2) sore, kepada Radar Banjarmasin.
Lantas, berapa biaya untuk mendekorasi konsep panggung pada pernikahan putra kedua tokoh terkenal Kabupaten Tapin ini? Syamsul tidak bisa menyebutkan pastinya, tapi diperkirakan sekitar 1,5 Miliar.
"Yang jelas semua dekorasi itu, ditata oleh seorang Wedding Organizer yang biasa dipakai artis-artis terkenal, yaitu Rina Gunawan," tuturnya, yang kerap memakai topi koboi ini.
Terkait lorong pintu masuk seperti terowongan itu, dijelaskan Syamsul itu untuk memisahkan antara tamu VVIP, VIP dan umum, serta untuk memudahkan mempelai dalam akses berjalan.
"Waktunya untuk tamu yang datang pun berbeda, mulai dari jam 8 pagi sampai jam 1 siang disediakan untuk masyarakat umum, dilanjutkan VIP dan VVIP dari jam 1 siang sampai selesai," bebernya.
Ke mana saja undangan disebar, menurut Hendra, ada 3 ribu undangan untuk tamu VIP maupun VVIP, yang disebar seluruh Kepala Daerah di Kalimantan beserta relasi Haji Ciut yang ada di Indonesia. Sedangkan untuk umum siapa saja boleh datang.
"Tamu yang paling jauh datang, dari Singapura dan Malaysia," ucapnya.
Sang pengantin, Muhammad Prayudha sendiri mengatakan pesta pernikahan yang mewah ini sebagai tanda balas budi untuk masyarakat Binuang.
"Sekali seumur hidup diadakan, lagipula saya sejak kecil sudah disini," jelasnya.
Sementara itu,
Sejumlah pedagang di lapangan Besi Kuning tempat manggung artis ibukota, mengaku sengaja memanfaatkan momen langka ini mereka untuk berdagang.
Seperti yang diungkapkan penjual minuman dingin Riduan Hariadi (35) mengatakan, sudah tiga hari ia bersama istrinya berjualan disini.
"Walaupun ditengah ratusan pedagang yang berjualan, namun jualannya ramai dibeli oleh pengunjung," ungkap Abah Aan sapaannya.
Bahkan, pria perawakan kurus ini mengaku selama tiga hari ini, rata-rata penghasilan mencapai Rp150 sampai Rp 160 perharinya. "Saya buka dari jam 2 siang sampai acara selesai malam hari," katanya.
Tak berbeda dengan Riduan Hariadi, ternyata Ismail (32) pedagang mainan mengaku, hiburan rakyat ini juga menjadi rezeki tersendiri buat dirinya.
"Selama tiga hari ini dagangan saya lari manis," akunya warga Kecamatan Candi Laras Utara Kabupaten Tapin,yang mengaku mendapatkan untung dari berjulaan, sekitar Rp 1 juta seharinya.
Adapun Rasti (23) mahasiswa asal Banjarmasin yang ditemui di lokasi saat diwawancarai mengaku, tidak sengaja lewat untuk pulang kampung ke Hulu Sungai Tengah.
"Tadi di Jalan, saya melihat spanduk yang terpampang artis-artis terkenal, dan ada terdengar suara musik, karena penasaran saya pun singgah," ucapnya.
Pesta rakyat sendiri sudah dilaksanakan selama tiga hari, dimulai dari hari puncak tanggal 11 Februari tadi, dihibur beberapa artis ibu kota seperti Afgan, Zaskia Gotik, Via Vallent, Ayu Ting-ting, Om Monata, Team Lo Band serta Wali Band.
"Walaupun hujan pada hari pertama, lapangan besi Kuning yang berkapasitas 5 ribu sampai 10 ribu, penuh oleh masyarakat yang datang," ucapnya.
Radar Banjarmasin, kemudian mencoba untuk menanyakan kembali berapa rincian biaya yang dikeluarkan untuk mendatangkan artis-artis ibu kota.
Namun, Syamsul menjawab semua artis yang didatangkan tidak memakan biaya yang mahal, karena alasannya artis-artis yang datang seperti keluarga sendiri bagi H Muhammad Hatta (H Ciut).
"Tidak bisa dibuka rinciannya, tapi semuanya semata-mata untuk menghibur masyarakat," jelasnya.
Ditambahkan Koordinator Acara Hiburan Hendra, pedagang yang ada di kiri dan di kanan lapangan, rencananya Sabtu (17/2) malam akan disterilkan saat pentas Raja Dangdut Rhoma Irama."Karena diprediksi pada malam itu lautan manusia akan memadati lapangan," jelasnya.
Pada malam itu pihaknya akan memasang satu buah layar lebar di bangunan burung walet di kiri panggung serta akan kembali menutup jalan pada malam Rhoma Irama bersama Om Soneta.
"Seperti yang terjadi pada tanggal 11 tadi, mulai Jalan Lingkar Dalam Binuang sampai perbatasan Kabupaten Tapin dan Banjar, jaraknya hampir 5 Km, ditutup" jelasnya.
Ditambahkan Hendra, dari segi pengamanannya tidak sembarangan, karena pihaknya melibatkan TNI, Polri, Organisasi pemuda yang ada di Binuang dan pegawai PT Harapan Binuang Motor (HBM).
"Yang jumlahnya hampir 300 orang, untuk bersiaga mengawal" pungkasnya.
Sementara dijelaskan Mislani warga Jalan Raya Timur Binuang, bahwa pada hari perkawinan budaya tradisional sangat kental, contohnya diadakannya baanjung naga sirintik, dekorasi perkawinan sangat mewah untuk kalangan masyarakat awam.
"Bahkan sepanjang jalan yang berjarak hampir 1 Km dibiasi oleh banyaknya ucapan-ucapan selamat, dari Instansi pemerintah maupun mitra H Muhammad Hatta," ungkap Lani sapaannya.
Sebelumnya, pesta perkawinan dengan kemeriahan yang sama juga pernah diadakan Haji Ciut pada tahun 2016 kala mengawinkan anak pertamanya yang bernama Haji Ahmad Rizki Prayoga.
Namun, pada tahun 2016 tadi pesta perkawinan, hanya diadakan selama tujuh hari tujuh malam. (dly/ay/ran)