RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarmasin - Sejak pukul 17.30 Wita, Sabtu (29/8) tampak berdatangan baik perorangan maupun berkelompok memasuki lobi Hotel Galaxy Banjarmasin. Mengenakan kostum casual formal mereka mengarah ke Orion Room.
Canda tawa dan senyum lebar menghiasi kedatangan mereka. Mereka adalah para member General Manager Community Plus (GMC+) yang akan merayakan ulang tahun komunitas tersebut yang ke 18 tahun.
Ketua GMC+ H Suriansyah Achmad yang akrab disapa Boy Aras, Ketua dan Wakil Ketua Panitia Pelaksana masing-masing Stephanus Millyas Wardana dan Indra Wahyu Rinanto yang datang lebih dulu, menyambut member yang terus berdatangan.
Kesan hangat dan cair begitu terasa. Bahkan member yang baru bergabung pun terlihat seperti sudah mengenal lama ketika saling berinteraksi.
“Ayo kita langsung ke ruang Orion, sambil menunggu teman yang lain,” sambut GM Hotel Galaxy, Bambang Wjanarko.
Yang menarik, bagi 50 member pertama yang datang mendapatkan 50 kopiah yang disiapkan Owner Seven Bakery, Tono Cang. Tak pelak kopiah tersebut langsung dikenakan member yang akan melaksanakan salat Magrib di lantai 2 hotel.
“Alhamdulillah, dapat kopiah,” cetus GM Airnav, Hermawansyah. “Syariah vibes ini,” timpal GM Hotel Aeris Banjarbaru, Aryadi.
Setelah melaksanakan alat Magrib, member semakin banyak berdatangan. Berdasarkan buku regristrasi hampir 100 member yang datang.
Yang menarik, diantara member ada Sunardi Taruna. Selain datang dari Pontianak, Kalbar dia juga salah satu pendiri komunitas yang bernama awal Cromut (Croco Mumet).
“Saya sengaja datang untuk turut merayakan HUT ke 18 GMC+,” aku Sunardi yang ketika bertugas di Kalsel sebagai GM PTPN 13 (sekarang Perkebunan Nusantara IV). Terakhir karir sebagai direksi.
Tepat pukul 19.00 Wita acara dimulai. Mengingat cukup banyak member baru dan belum pernah bertemu muka meski berinteraksi di group whatsapp, panitia memulai sesi perkenalan.
Dipandu Direktur PT BPUJ, Nokvan yang akrab disapa Atak, suasana berlangsung hangat dan cair penuh canda tawa.
“Ini penting agar kita saling mengetahui secara fisik, bukan hanya berkomunikasi di group wa. Jadi kalau ketemu, bisa saling bertegur sapa,” ucap Atak.
Sekitar pukul 19.45 Wita, Walikota Banjarmasin H Muhammad Yamin tiba. Para member GMC+ sontak berdiri dan bertepuk tangan sebagai bentuk penghormatan.
Yamin pun menyambut hangat dengan tangan dikatupkan.
“Mohon maaf agak terlambat karena ada agenda sebelumnya,” ucap Yamin sambil berjalan menuju meja yang telah disiapkan.
“Alhamdulillah saat ini GMC+ sudah berusia 18 tahun. Hampir 2 dekade, wadah bersilaturahmi dan bersinergi ini tambah solid. Menurut saya kebersamaan inilah yang menjadi kekuatan GMC+,” kata Stephanus Millyas dalam sambutannya.
Millyas yang juga GM Bandara Syamsudin Noor bersyukur bisa tergabung, sebagaimana para pendahulunya yang juga masih eksis di komunitas ini.
“Ini bukan sekadar bersilaturahmi, namun telah menjadi keluarga besar,” ujar Millyas.
Millyas juga melaporkan bahwa menandai hari jadi ini, juga telah dilaksanakan kegiatan charity berupa pembagian 509 paket sembako kepada para pekerja kebersihan.
“Terima kasih Pak Wali support-nya. Melalui DLH (Dinas Lingkungan Hidup) Banjarmasin, seluruh paket sembako telah tersalurkan,” pungkas Millyas.
Acara dilanjutkan dengan prosesi pemotongan tumpeng. Sebagai bentuk penghargaan, Sunardi didaulat untuk memotong tumpeng yang selanjutnya diserahkan kepada HM Yamin.
“Sebelum saya sambutan, kita dengar dululah sepatah dua patah kata dari Babeh Sunardi,” cetus HM Yamin disambut koor setuju dari members GMC+.
“Sekitar tahun 2000-an saya bertugas di Batulicin hingga akhirnya ke Pelaihari. Masih sepi dan sesekali ke Banjarmasin mencari teman. Karena tempat mengisi waktu terbatas, jadinya banyak bertemu teman-teman dari berbagai profesi,” terang Sunardi.
Karena sering bertemu lanjutnya, tercetus ide mengadakan aksi sosial dan membuat wadah silaturahmi.
“Om Boy (Suriansyah Achmad, red) inilah bersama Kang Arie (Darmana, GM Gapura Angkasa ketika itu) yang mencetuskan dan langsung disepakati. Nama awalnya Cromut atau Croco Mumet,” ujar Sunardi.
Sementara HM Yamin dalam sambutannya mengapresiasi kebersamaan GMC+ yang tetap eksis hingga saat ini.
Yamin juga berterima kasih atas berbagai dukungan GMC+ selama ini kepada Pemko Banjarmasin. Terutama melalui berbagai kegiatan sosial yang menyentuh masyarakat.
“Ini luar biasa dan telah menjadi keluarga besar. Tadi saya dibisiki Ketua (Boy Aras, red) membernya lebih 400 orang. Ditambah chapter Jakarta dan Surabaya. Mudah-mudahan bisa terus mempererat tali persaudaraan antara sesama member GMC+,” ucap Yamin.
Yamin berharap kebersamaan tersebut terus terjaga dan Pemko Banjarmasin selalu membuka ruang kolaborasi kepada semua komunitas.
Karena ini akan sangat bermanfaat bukan hanya kemajuan Kota Banjarmasin, namun juga warganya.
Selanjutnya Ketua GMC+, Boy Aras menyerahkan souvenir karikatur Walikota Banjarmasin tengah mengendarai Vespa dengan latar Balaikota.
“Semoga Pak Wali berkenan,” ucap Boy Aras disambut tepuk tangan riuh. Yamin terlihat senang dan mengucapkan terima kasih. “Sayang Vespa saya sudah tidak ada,” celetuk Yamin disambut tawa yang hadir.
Karena Yamin masih ada kegiatan kedinasan, tak lama berselang pamit meninggalkan acara.
“Saya mohon maaf, pamit lebih dulu karena ada agenda lain yang menunggu. Semoga GMC+ lebih solid dan terus eksis selamanya,” ucap Yamin sambil menyalami para member sembari berjalan keluar.
Pada sesi talkshow, panitia menghadirkan Sunardi dan Boy Aras dengan moderator Millyas.
Banyak cerita perjalanan GMC+ yang seolah menghadirkan kenangan itu di Tengah ruangan.
Apalagi sepanjang acara ditayangkan di videotron video kilas balik GMC+ serta ucapan selamat dari member yang berada di luar Kalsel. Diantaranya, Dirut BNI Finance M Jufri, Direktur Mandiri Taspen Mahrauza Purnaditya, Danlanud Roesmin Noerjadin Marsma TNI Abdul Haris, Danlanud Sultan Hasanudin Marsma TNI Vincentius Endy, RCEO Angkasa Pura Regional V/Makassar Handy Heryuditiawan dan Waasintel Kasad Brigjend TNI Valian Wicaksono.
“Pergantian nama Cormut ke GMC+ itu karena baru tahu kalau cromut itu mirip sebutan untuk penyakit demam tinggi disertai ruam kulit,” terang Boy Aras seraya semua member ketika itu sepakat mengganti nama.
Karena mayoritas jabatannya GM (General Manager) lanjut Boy Aras, disepakati namanya menjadi GM Community.
Tambahan plus karena seiring waktu bergabung para pimpinan instansi non profesi seperti kepala daerah, politisi, TNI dan Polri.
“Ya sudah kita tambahkan plus saja untuk mengakomodir itu. Nama GMC Plus ini kita resmikan di rumah dinas GM PTPN 13 pada 27 Agustus 2008,” ungkap Boy Aras.
Setelah sesi talk show acara tambah meriah dengan pemberian awarding kepada para member. Ada 3 kategori penghargaan yakni, Si Paling Aktif yang diberikan kepada Atak.
Member Baru Si Paling Cepat Beradaptasi yang jatuh kepada Pimwil Jasa Raharja Kalsel, Ahmad Arkan Nugraha dan The Best Costum yang diberikan kepada Area Head PT Pegadaian Kalselteng, Fachri Mokoagow. Masing-masing diberikan medali dan bingkisan dari panitia.
Memasuki sesi pembagian doorprize dan hiburan tak kalah meriah. Banyaknya doorprize yang disediakan seperti vacuum cleaner, projector, coffe maker, dispenser hingga smart tv, sehingga bisa dipastikan sebagian besar member mendapatkannya.
Total doorprize sebanyak 86% dari yang hadir. Akhirnya yang beruntung mendapatlan grand prize berupa smart tv adalah Kepala Cakrawala Insurance Banjarmasin, Satrio.
“Sebelum hadiahnya diberikan, harus pantun dulu,” todong Boy Aras sesaat sebelum menyerahkan smart tv. “Kalau pantun gak bisa. Mancing ikan bisa.” Seru Satrio disambut tawa. (*)
Editor : M. Ramli Arisno