Lomba Dayung dan Perahu Naga di Kabupaten HSU Meriah, jadi Magnet Olahraga dan Pariwisata

M Akbar Radar Banjarmasin • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 07:56 WIB
ADU CEPAT: Suasana lomba perahu naga dan perahu tradisional di Sungai Nagara, Siring Itik Amuntai, Minggu (23/8/2026). (Foto: M Akbar/Radar Banjarmasin)
ADU CEPAT: Suasana lomba perahu naga dan perahu tradisional di Sungai Nagara, Siring Itik Amuntai, Minggu (23/8/2026). (Foto: M Akbar/Radar Banjarmasin)

Dari Olahraga hingga Wisata, Lomba Perahu HSU Jadi Magnet Pengunjung

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, AMUNTAI – Deru nafas dan kayuhan para pedayung berpadu dengan riuh sorak penonton di Sungai Nagara, kawasan Siring Itik, Amuntai, Minggu (23/8/2026), Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU).

Lomba perahu naga dan perahu tradisional yang digelar untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia itu berlangsung meriah.

Penutupan lomba dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten HSU, H Sahrujani dan Hero Setiawan, Minggu (23/8/2026).

Antusiasme masyarakat terlihat sejak perlombaan hingga acara penutupan. Warga dari berbagai daerah memadati kawasan Siring Itik untuk menyaksikan persaingan para pedayung.

Orang tua asuh Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) HSU, Ahmad Yani mengatakan sebanyak 107 tim ambil bagian dalam perlombaan tersebut.

"Peserta terdiri atas 31 tim perahu naga dan 63 tim jukung tradisional, dengan total 814 atlet dari HSU dan sejumlah daerah lainnya," kata Ahmad Yani di lokasi lomba Minggu (23/8/2028).

H Sahrujani mengapresiasi seluruh peserta, panitia, dan masyarakat yang turut menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, lomba perahu naga dan perahu tradisional tidak hanya menjadi hiburan dalam perayaan kemerdekaan, tetapi juga memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai daya tarik wisata daerah.

"Alhamdulillah, kegiatan ini berlangsung meriah. Kita melihat kunjungan masyarakat ke HSU juga semakin meningkat. Ini menunjukkan bahwa kegiatan-kegiatan seperti ini memiliki daya tarik dan memberikan dampak positif bagi masyarakat," ujar Sahrujani.

Dia menilai Sungai Nagara dan kawasan Siring Itik memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai ruang publik sekaligus destinasi wisata. Event olahraga air seperti lomba dayung dinilai dapat menjadi sarana promosi potensi daerah.

"Kita ingin kegiatan seperti ini terus dikembangkan. Bukan hanya sekadar perlombaan, tetapi juga menjadi bagian dari promosi wisata dan potensi daerah. Dengan demikian, masyarakat yang datang tidak hanya menyaksikan lomba, tetapi juga mengenal HSU lebih dekat," katanya.

Sahrujani menambahkan Pemkab HSU akan terus mendorong kegiatan yang mampu mengangkat sektor pariwisata, budaya, olahraga, dan ekonomi kreatif masyarakat.

Selain menjadi hiburan, event tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun atmosfer olahraga di HSU.

Pemerintah daerah tengah mempersiapkan berbagai agenda olahraga, termasuk menghadapi pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalsel 2029.

"Kita berharap semangat olahraga ini terus tumbuh. Persiapan menuju Porprov juga harus kita lakukan dengan sebaik-baiknya. Kita ingin HSU tidak hanya sukses sebagai tuan rumah, tetapi juga mampu menorehkan prestasi yang membanggakan," ungkapnya.

Ke depan, lomba perahu naga dan perahu tradisional diharapkan dapat digelar secara rutin dan masuk dalam kalender wisata HSU. Selain menjaga semangat kebersamaan dan melestarikan budaya lokal, kegiatan tersebut diharapkan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat.

Riuh sorak penonton dan deru perahu yang membelah Sungai Nagara pun menjadi penutup rangkaian lomba. Kegiatan itu sekaligus memperlihatkan potensi olahraga air sebagai bagian dari wajah pariwisata Kabupaten HSU.

Editor : Fauzan Ridhani
perahu naga lomba dayung Sahrujani Amuntai Kabupaten Hulu Sungai Utara