RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN - Universitas Lambung Mangkurat (ULM) ditargetkan menjadi salah satu kampus percontohan dalam pengelolaan sampah mandiri hingga 100 persen. Target tersebut muncul saat kampus turut menjadi lokasi peluncuran kampanye World Cleanup Day 2026, Selasa (18/8).
Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Hanif Faisol Nurofiq mengatakan, kegiatan World Cleanup Day di ULM seharusnya tidak berhenti pada aksi bersih-bersih.
Momentum tersebut perlu dilanjutkan dengan membangun sistem pengelolaan sampah yang berjalan dari sumbernya. “Saya yakin dan percaya Insyaallah ULM dalam waktu yang tidak terlalu lama mampu membangun dirinya menjadi universitas yang berhasil kelola sampah 100 persen, mungkin pertama di tanah air,” kata Hanif.
Menurut Hanif, lingkungan perguruan tinggi menjadi tempat yang tepat untuk membangun kebiasaan baru dalam pengelolaan sampah.
Kegiatan mahasiswa yang terhimpun di dalam unit kegiatan mahasiswa (UKM) dapat diarahkan untuk memperkuat edukasi dan praktik pengelolaan sampah.
Ia menilai, persoalan sampah tidak cukup ditangani dengan mengumpulkan sampah yang sudah berserakan. Perubahan harus menyentuh aspek hulu, termasuk bagaimana sampah dikurangi, dipilah, dan dikelola sejak dari sumbernya.
“Masalah sampah, saya rasa semua universitas berangkat pada titik yang sama. Sehingga dengan leader yang cukup kuat, kemudian dibangun sistematis yang sangat mumpuni, kemudian inisiasi melalui program-program,” ujarnya.
Peluncuran di ULM menjadi bagian dari kampanye “Aksi Bebersih Pemuda-Pemudi Merdeka dari Sampah” yang berlangsung mulai 17 Agustus hingga 28 Oktober 2026.
Gerakan tersebut merupakan rangkaian World Cleanup Day yang diperingati setiap 20 September. Tahun ini, kegiatan menyasar pemuda di berbagai daerah untuk terlibat dalam aksi kebersihan, edukasi pemilahan sampah hingga kegiatan lingkungan di kampus, komunitas, pedesaan dan kawasan pesisir.
Bagi ULM, kegiatan yang baru saja digelar tersebut diharapkan menjadi awal untuk membangun budaya pengelolaan sampah secara lebih permanen di lingkungan kampus.
Rektor ULM Prof Ahmad Alim Bachri mengatakan pihaknya akan segera membentuk UKM peduli sampah.
UKM tersebut diharapkan menjadi penggerak kegiatan pengelolaan sampah sekaligus menjadi perwakilan ULM dalam berkolaborasi dengan pemerintah daerah di Kalimantan Selatan.
“Insyaallah dalam waktu dekat kita akan segera bentuk salah satu unit kegiatan mahasiswa peduli sampah yang diharapkan akan menjadi duta-duta atau wakil-wakil ULM,” kata Ahmad.
Ia menyebut pengelolaan sampah juga berkaitan dengan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Karena itu, isu tersebut dapat masuk dalam pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat. (*/van/yy/ris)
Editor : Arief