RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN – Putsman, kelompok supporter SMAN 1 Banjarmasin, tetap tampil kompak pada hari ketiga Honda DBL with Kopi Good Day 2026 South Kalimantan di GOR Hasanuddin HM Banjarmasin, Senin (10/8/2026).
Lebih dari 600 supporter hadir memberikan dukungan kepada tim SMAN 1 Banjarmasin. Meski tim basketnya harus pulang lebih awal setelah kalah tipis 23-24 dari SMA Terpadu Ukhuwah. Mereka terus bernyanyi dan menjalankan koreografi sejak awal hingga akhir pertandingan.
Ketua Koordinator Putsman, Muhammad Ridho Anshori, mengatakan mengatur supporter dalam jumlah besar menjadi tantangan tersendiri.
“Mengkoordinasikan orang sebanyak ini lumayan susah. Pengurus terbatas, jadi tantangannya bagaimana supaya mereka tetap kompak,” ujarnya.
Menurut Ridho, antusiasme supporter tahun ini samagat tinggi. Mereka kembali hadir dengan persiapan yang lebih matang.
“Dari yang saya lihat mereka all out. SMA tanpa DBL rasanya kurang, jadi ini momen yang ditunggu-tunggu,” katanya.
Putsman juga menyiapkan sejumlah koreografi untuk musim ini. Salah satunya melalui tujuh giant banner 3D. Namun, baru tiga giant banner yang sempat ditampilkan.
Tiga giant banner tersebut menampilkan karakter jin laki-laki dan perempuan. Konsep itu membawa pesan tentang harapan dan keajaiban bagi SMAN 1 Banjarmasin.
“Filosofinya kami berharap ada keajaiban bagi Smasa. Sepasang jin ini membawa keajaiban,” jelas Ridho.
Sementara itu, Captain Dancer SMAN 1 Banjarmasin, Leira Angela Manda Lyon, mengaku senang bisa tampil di DBL. "Senang banget, apalagi tahun lalu enggak ada dancernya, tahun ini bisa comeback,” ujarnya.
Pada AQUA DBL Dance 2026 South Kalimantan, tim dance SMAN 1 Banjarmasin mengangkat tema 100% Indonesia. Mereka membawa konsep Indonesia di masa depan dengan menggambarkan perkembangan teknologi melalui robot dan AI.
Konsep tersebut sekaligus menjadi pengingat agar perkembangan zaman tidak membuat budaya Indonesia ditinggalkan.
“Di masa depan, peradaban mengandalkan robot atau AI. Dinsitunkita sadar ada budaya yang semakin ditinggalkan, koreo kami berusaha mengajak orang-orang agar tak melupakan budaya meski zaman berubah,” jelas Manda.
Manda menargetkan timnya bisa meraih juara. Ia juga menyebut kehadiran Putsman membuat atmosfer kompetisi semakin terasa.
“Putsman banyak banget. Ada pressure dan kebanggaan tersendiri. Kehadiran mereka penting banget untuk support dan bikin semangat. Mereka keren, kompak banget,” pungkasnya.
Editor : Tia Lalita Novitri