AQUA DBL Dance 2026 South Kalimantan Resmi Bergulir, Kuda Gipang dan Tari Topeng Tampil Perdana

Tia Lalita Novitri • Dipublikasikan Sabtu, 8 Agustus 2026 | 15:29 WIB
MENARIK: Penampilan SMAN 1 Kandangan berhasil menarik hati penonton lewat tari kuda gipangnya. (Foto: DBL Indonesia)
MENARIK: Penampilan SMAN 1 Kandangan berhasil menarik hati penonton lewat tari kuda gipangnya. (Foto: DBL Indonesia)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN – AQUA DBL Dance 2026 South Kalimantan resmi bergulir pada hari pertama gelaran Honda DBL with Kopi Good Day 2026 South Kalimantan di GOR Hasanuddin HM, Sabtu (8/8/2026).

Mengusung tema 100% Indonesia, ajang dance tahun ini menghadirkan penampilan yang kental dengan nuansa budaya Nusantara.

Salah satunya ditampilkan tim dance SMAN 1 Kandangan. Tampil dengan persiapan matang, mereka memadukan kuda gipang khas Kalimantan Selatan, tari japin, properti rumah Banjar, hingga tarian modern yang energik.

Leader tim dance SMAN 1 Kandangan, A’isy Yumna Gusyan, mengaku senang bisa kembali tampil setelah mengikuti ajang serupa tahun sebelumnya.

“Senang banget bisa kembali, apalagi membawa harapan masuk Best 5. Bangga bisa sampai di titik ini, apalagi kami datang dari jauh,” ujarnya.

Menurut A’isy, konsep yang mereka bawakan sengaja mengangkat identitas budaya Kalimantan Selatan. Persiapan pun dilakukan selama sekitar satu bulan. 

“Menang kalah urusan belakangan. Yang penting menampilkan yang terbaik dulu,” katanya.

Sementara itu, penampilan tak kalah menarik ditunjukkan tim dance SMAN 3 Banjarbaru. Mereka menggabungkan tari topeng dan tari Dayak dengan gerakan modern.

Alih-alih menghadirkan koreografi yang terlalu rumit, tim SMAN 3 Banjarbaru justru tampil lepas dan menikmati setiap momen di atas panggung.

LEPAS: Dancer SMAN 3 Kandangan tampil lepas dan ceria di AQUA DBL Dance 2026 South Kalimantan. (Foto: DBL Indonesia)
LEPAS: Dancer SMAN 3 Kandangan tampil lepas dan ceria di AQUA DBL Dance 2026 South Kalimantan. (Foto: DBL Indonesia)

Leader tim dance SMAN 3 Banjarbaru, Aisya Dhiya Fathina, mengaku merasakan campuran emosi setelah menyelesaikan penampilan.

“Perasaannya campur aduk, antara senang dan grogi karena ada sedikit kendala. Masih banyak yang perlu dimatangkan. Tapi kami senang sekali bisa tampil,” tuturnya.

Konsep penampilan pun lahir dari keresahan mereka melihat dance masa kini yang kerap identik dengan K-Pop. Karena itu, mereka mencoba menghadirkan warna berbeda dengan memadukan tari tradisional dan modern.

“Kami memadukan tari dengan tari modern, tari topeng dan tari Dayak. Saya sebagai leader sudah riset mencari tari Indonesia, lalu dipadukan antara ekskul dance dan ekskul tari,” pungkasnya.

Editor : Fauzan Ridhani
AQUA DBL Dance 2026 GOR Hasanudin HM SMAN 3 Banjarbaru banjarmasin South Kalimantan