RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, SEBANYAK 34 Cyclist dari berbagai komunitas mengikuti H2C Jelajah Loksado 2026 pada 18-19 Juli 2026. Mereka menempuh rute Banjarbaru-Kandangan-Loksado pergi-pulang dengan total jarak sekitar 270 kilometer.
Sejak pukul 06.00 Wita, peserta berkumpul di halaman Museum Lambung Mangkurat, Banjarbaru, untuk menyiapkan road bike, perbekalan, dan kondisi fisik. Rombongan kemudian bergerak menuju Kandangan. Sekitar 100 kilometer pertama didominasi jalan relatif datar dengan beberapa tanjakan dan turunan ringan sehingga peserta dapat menjaga kecepatan dan formasi.
Selepas Kandangan, karakter jalur berubah menjadi tanjakan panjang dan tikungan khas Loksado. Sebelum mendaki menuju Loksado, rombongan beristirahat di Bank Kalsel Kantor Cabang Kandangan untuk mengisi air minum, menyantap makanan, memeriksa sepeda, dan memulihkan tenaga.
Ketua Komunitas H2C, Denny Setiawan, mengatakan touring jarak jauh merupakan agenda tahunan dengan rute berbeda. “Sebelumnya kami telah melaksanakan Tour de Banua sejauh 500 kilometer dan Tour de Palangka sejauh 450 kilometer. Tahun ini kami memilih Jelajah Loksado dengan total perjalanan sekitar 270 kilometer,” jelasnya.
Menurut Denny, Loksado dipilih karena memadukan perjalanan jarak jauh, medan pendakian, keindahan alam, dan potensi wisata Kalimantan Selatan. Kegiatan yang dikoordinasikan Ketua Panitia Dimas Arif itu didukung dua titik pit stop, konsumsi, dokumentasi, kendaraan pendamping, serta pengawasan keselamatan.
Ujian terberat berada di Tanjakan Ajung Tebalik yang pada beberapa bagian memiliki kemiringan sekitar 20-25 persen. Peserta harus menggunakan rasio gigi paling ringan, menjaga keseimbangan, serta mengatur ritme dan pernapasan. Rekan satu rombongan, panitia, dan tim pendamping terus memastikan peserta yang tertinggal tetap berada dalam pengawasan.
Salah seorang peserta, Yuwan Inriyadie Bigie, menilai perjalanan tersebut menantang sekaligus menyenangkan. “Setelah rute datar sekitar 100 kilometer, endurance kami benar-benar diuji dengan grade tanjakan yang tinggi di bagian akhir,” ujarnya.
Perjuangan terbayar ketika rombongan tiba di Loksado setelah menempuh sekitar 140 kilometer. Pemandangan Pegunungan Meratus, udara sejuk, dan aliran sungai yang jernih menyambut peserta. Setelah beristirahat, lebih dari separuh cyclist memilih kembali ke Banjarbaru dengan sepeda pada Minggu, 19 Juli 2026, sehingga total perjalanan mencapai sekitar 270 kilometer.
Panitia mewajibkan peserta menjaga jarak aman, mematuhi aturan lalu lintas, dan tidak memaksakan diri ketika kondisi fisik menurun. Kegiatan ini didukung SCC, Karang Waluh Group, Alrumi Cake, PLN, BNI, Fitbar, Ading Onigiri, Rodalink dan Radar Banjarmasin.
Bagi H2C, Jelajah Loksado bukan hanya catatan jarak, tetapi juga cerita tentang keberanian, disiplin, dan kebersamaan menaklukkan medan Pegunungan Meratus. (Radar Cycling)
Editor : Arief