RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, KANDANGAN - Usai ditetapkan sebagai finalis, 10 peserta finalis Pemilihan Duta Pepelingasih Hulu Sungai Selatan (HSS) 2026 tak langsung bersiap menuju puncak grand final. Mereka lebih dulu dibekali berbagai pengetahuan dan keterampilan yang bakal menjadi modal sebagai calon duta lingkungan.
Pembekalan teori yang digelar di Aula DISPORAPAR HSS, Kamis (2/7/2026), berlangsung dari pukul 08.00 WITA sampai 15.30 WITA. Mulai dari wawasan lingkungan, cara melahirkan inovasi, hingga kemampuan berbicara di depan publik dikupas dalam kegiatan tersebut.
Penyuluh Lingkungan DISPERA KPLHP HSS, Andre Noviar Saputra mengingatkan para finalis bahwa menjaga lingkungan bukan hanya menjadi tugas Pemerintah. Menurutnya, anak muda justru memiliki peran besar dalam menggerakkan perubahan.
"Pemuda harus menjadi penggerak. Kepedulian terhadap lingkungan tidak cukup hanya disampaikan lewat kata-kata, tetapi harus diwujudkan melalui aksi nyata," ujarnya.
Bekal lain datang dari Pemenang Duta Pepelingasih HSS 2025, Luthfy Al Razieb. Di hadapan para finalis, ia mengenalkan metode SCAMPER sebagai cara menyusun gagasan kreatif untuk menjawab persoalan lingkungan yang ada di sekitar.
"Jangan berhenti di ide. Coba susun gagasan yang sederhana, tetapi bisa diterapkan dan memberi manfaat bagi masyarakat," pesannya.
Tak hanya dituntut memiliki wawasan dan ide, para finalis juga diasah kemampuannya dalam menyampaikan pesan kepada publik. Melalui sesi yang dipandu mentor Has to Grow, Desy Faurina, para peserta diajak membangun rasa percaya diri sekaligus mengatasi rasa gugup saat tampil di depan banyak orang.
"Public speaking bukan soal siapa yang paling pandai berbicara, tetapi siapa yang berani menyampaikan pesan dengan percaya diri," kata Desy memberi motivasi.
Menjelang berakhirnya pembekalan, seluruh finalis menandatangani surat pernyataan sebagai bentuk komitmen mengikuti seluruh tahapan Pemilihan Duta Pepelingasih HSS 2026. Penandatanganan itu sekaligus menjadi penegasan kesiapan mereka untuk menjaga integritas dan membawa misi pelestarian lingkungan di Bumi Rakat Mufakat.
Editor : Fauzan Ridhani