Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Peringati Momen HUT RI ke-81, GAS Kahung Digelar Lagi, Peserta Terbatas Cuma 200 Orang

M Fadlan Zakiri • Selasa, 14 Juli 2026 | 12:08 WIB
AKSI BERSIH: Para pendaki saat membawa sampah di jalur pendakian Gunung Kahung Maret lalu. Kegiatan serupa akan digelar dalam GAS Kahung pada 15–18 Agustus 2026. 
(Foto: Pokdarwis Kahung Raya untuk Radar Banjarmasin)
AKSI BERSIH: Para pendaki saat membawa sampah di jalur pendakian Gunung Kahung Maret lalu. Kegiatan serupa akan digelar dalam GAS Kahung pada 15–18 Agustus 2026.  (Foto: Pokdarwis Kahung Raya untuk Radar Banjarmasin)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, MARTAPURA - Cara merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di Gunung Kahung tahun ini dipastikan berbeda. 

Bukan sekadar mendaki dan mengibarkan Merah Putih di puncak, sebanyak 200 pendaki justru ditantang membawa turun sampah yang selama ini mencemari jalur pendakian.

Aksi bertajuk Gerakan Anti Sampah (GAS) Kahung itu dijadwalkan berlangsung pada 15–18 Agustus 2026 di kawasan ekowisata Gunung Kahung, Desa Belangian, Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar. 

Seluruh peserta diwajibkan memungut dan membawa turun sampah non-organik, yang ditemukan sepanjang perjalanan menuju puncak setinggi 1.456 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Ketua Pokdarwis Kahung Raya Hendri Hidayat mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bentuk nyata mengisi kemerdekaan dengan menjaga kelestarian alam.

"Merdeka itu juga berarti memerdekakan alam dari pencemaran. Kami ingin momentum HUT RI menjadi pengingat bahwa setiap pendaki memiliki tanggung jawab menjaga gunung tetap bersih," ujarnya.

Menurut Dayat, sampah plastik, botol minuman, hingga kemasan makanan yang ditinggalkan oknum pendaki masih menjadi persoalan di jalur Gunung Kahung. 

Karena itu, seluruh sampah yang terkumpul akan dibawa turun, dipilah, lalu dikelola agar tidak kembali mencemari kawasan hutan.

Editor: Sutrisno

Editor : Arief
Lingkungan kabupaten banjar gunung kahung Sampah