Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Kadisdikbud HSU Rahman Heriadi: Nanang Galuh Harus Jadi Duta Pelestari Budaya Banua

M Akbar Radar Banjarmasin • Senin, 13 Juli 2026 | 16:04 WIB
HADIR: Kepala Disdikbud HSU, Rahman Heriadi membuka Malam Seni dan Budaya Pemilihan Nanang Galuh HSU 2026 di halaman Sekretariat Daerah Kabupaten Hulu Sungai Utara, Sabtu (11/7/2026). (Foto: Pemkab HSU)
HADIR: Kepala Disdikbud HSU, Rahman Heriadi membuka Malam Seni dan Budaya Pemilihan Nanang Galuh HSU 2026 di halaman Sekretariat Daerah Kabupaten Hulu Sungai Utara, Sabtu (11/7/2026). (Foto: Pemkab HSU)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, AMUNTAI – Sebanyak 15 pasang finalis Nanang Galuh (NAGA) Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) unjuk kemampuan dalam Malam Seni dan Budaya sebagai bagian dari tahapan seleksi menuju grand final Pemilihan Nanang Galuh HSU 2026 di halaman Sekretariat Daerah Kabupaten HSU, Sabtu (11/7/2026) malam. Ajang itu dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) HSU, Rahman Heriadi.

Malam seni menjadi ajang penting bagi para finalis untuk menunjukkan kemampuan, kreativitas, serta pemahaman mereka terhadap seni dan budaya daerah. Penampilan para peserta menjadi salah satu penilaian utama untuk menentukan sembilan pasang terbaik yang berhak melaju ke babak puncak.

Kepala Disdikbud HSU Rahman Heriadi mengatakan, Pemilihan Nanang Galuh bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan wadah mencetak generasi muda yang mampu menjadi duta budaya sekaligus pelopor pelestarian kearifan lokal.

"Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan rasa cinta terhadap budaya daerah. Pemerintah daerah berkomitmen tidak hanya meningkatkan kualitas pendidikan formal, tetapi juga membangun karakter generasi muda yang berakar pada nilai-nilai budaya lokal," ujarnya.

Rahman menilai, derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi digital menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga identitas budaya daerah. Karena itu, generasi muda diharapkan mampu memadukan kreativitas dengan pelestarian tradisi.

Dalam penampilannya, para finalis membawakan beragam pertunjukan yang menampilkan seni tari, musik tradisional, sastra daerah, hingga pemahaman sejarah dan budaya Banua. Penampilan tersebut dikemas dengan sentuhan modern tanpa meninggalkan nilai-nilai kearifan lokal.

Dari hasil penilaian dewan juri pada malam seni tersebut, hanya sembilan pasang finalis yang akan lolos ke grand final Pemilihan Nanang Galuh HSU 2026 dan bersaing memperebutkan gelar duta budaya Kabupaten Hulu Sungai Utara.

Editor : Fauzan Ridhani
malam seni pemilihan nanang galuh Amuntai Pemkab HSU disdikbud