RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, SEMANGAT Petualangan dan kecintaan terhadap alam kembali membawa lima pecinta sepeda dan kegiatan luar ruang menjelajahi destinasi tersembunyi di kawasan Riam Kanan.
Sabtu (25/04/2026), rombongan yang terdiri dari Yudhi, Deny (Gamebull), Kai Anum (Sogy), M. Ihsan, dan Indra Bangau melakukan kegiatan bikecamp dan trekking menuju Air Terjun Panyaluhan yang berada di kawasan wisata Batu Balian, Desa Paau, Kabupaten Banjar.
Perjalanan dimulai sejak pukul 07.30 WITA dari Pelabuhan Riam Kanan menggunakan klotok menuju Desa Paau dengan waktu tempuh kurang lebih satu jam. Setelah tiba, rombongan melakukan registrasi dan pengecekan perbekalan sebelum melanjutkan perjalanan menuju kawasan wisata Batu Balian menggunakan sepeda dengan durasi sekitar 30 menit.
Setibanya di pintu rimba Gunung Haur Bunak , mereka disambut suasana hutan hujan tropis khas Kalimantan yang masih asri, rindang, dan sejuk. Derasnya aliran sungai dengan air yang jernih menjadi tempat singgah pertama untuk beristirahat sejenak sambil menikmati keindahan alam sekitar.
Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju Camp Aranaway dengan jalur yang cukup menantang. Medan licin, berlumpur, dan jalur tanah yang menanjak harus dilalui selama kurang lebih 1 jam 20 menit menggunakan sepeda. Sesampainya di lokasi camp, rombongan beristirahat sambil menikmati kopi hangat, mendirikan tenda, serta memasang hammock dan flysheet untuk persiapan bermalam.
Tidak berhenti sampai di sana, petualangan berlanjut dengan trekking menuju Air Terjun Panyaluhan. Jalur trekking yang berbatu, menanjak, dan lembab menjadi tantangan tersendiri. Bahkan, para peserta juga “disambut” oleh penghuni khas hutan tropis seperti pacat dan kalimatak yang dikenal hidup di habitat lembab dan sering menempel pada kulit manusia.
Meski begitu, rasa lelah langsung terbayar saat rombongan tiba di Air Terjun Panyaluhan. Air terjun yang tinggi dengan debit air deras serta kolam alami yang luas dan dalam menghadirkan panorama yang memukau. Air yang jernih dan sejuk membuat para peserta betah berlama-lama menikmati suasana alam yang masih sangat alami. Total jarak perjalanan pulang pergi diperkirakan mencapai sekitar 20 kilometer.
Salah satu peserta, Yudhi, mengatakan pengalaman tersebut menjadi perjalanan yang sangat berkesan karena memadukan olahraga, petualangan, dan keindahan alam dalam satu kegiatan.
“Perjalanan ini benar-benar lengkap, mulai dari gowes, camping, trekking, sampai menikmati air terjun yang luar biasa indah. Medannya memang cukup menantang, apalagi saat harus menghadapi jalur licin dan pacat di hutan, tapi justru itu yang membuat pengalaman ini terasa sangat berharga,” ujarnya.
Senada dengan itu, Deny atau yang akrab disapa Gamebull menyebut kawasan Air Terjun Panyaluhan sangat layak menjadi destinasi favorit bagi para pecinta alam dan petualangan.
“Tempat ini sangat recommended untuk yang suka adventure. Pemandangannya indah, airnya jernih, udaranya segar, dan sensasi bikecamp-nya benar-benar berbeda. Banyak kawan-kawan juga sudah minta diajak kembali ke sana,” katanya.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang rekreasi, tetapi juga menjadi bentuk apresiasi terhadap keindahan alam Kalimantan Selatan yang masih terjaga. Para peserta berharap destinasi seperti Air Terjun Panyaluhan dapat terus dijaga kelestariannya agar tetap menjadi surga tersembunyi bagi para pencinta alam dan petualangan.
Editor : Arief