RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BATULICIN - Perhelatan budaya Mappanre Ri Tasi’e di Pagatan, Kabupaten Tanah Bumbu, resmi dibuka pada Ahad (12/4/2026) malam dengan kemeriahan luar biasa. Ribuan warga memadati area panggung utama sejak sore, meski acara baru dimulai malam hari.
Panggung langsung bergemuruh saat penyanyi dangdut Siti Badriah membuka penampilan. Lagu-lagu enerjiknya sukses menghidupkan suasana dan mengajak penonton bergoyang bersama.
Euforia memuncak ketika Slank naik ke panggung. Band legendaris ini membawakan total 12 lagu hits yang disambut antusias. Lautan penonton menyalakan lampu ponsel dan bernyanyi bersama, menciptakan suasana yang begitu meriah.
Momen spesial terjadi saat vokalis Slank, Kaka, mengajak Bupati Tanah Bumbu, Andi Rudi Latif, naik ke atas panggung. Keduanya berduet membawakan lagu “Ku Tak Bisa” yang disambut riuh tepuk tangan penonton.
Seorang warga Batulicin, Hidayat, mengaku terkesan dengan konsep pembukaan tahun ini. Ia menyebut kehadiran band papan atas di malam pertama sebagai hal yang tak biasa.
“Biasanya band ibu kota tampil di puncak acara, tapi kali ini langsung di awal. Ini kejutan besar,” ujarnya.
Tak hanya hiburan, nuansa budaya juga kental terasa. Beberapa jam sebelum konser, panitia menggelar tradisi Mallibu Kampong, yakni arak-arakan keliling kampung oleh puluhan warga mengenakan pakaian adat dari Tugu Perjuangan 7 Februari.
Tradisi ini merupakan wujud syukur masyarakat nelayan yang kembali dihidupkan pemerintah daerah sebagai bagian dari pelestarian budaya.
Sekretaris Daerah Tanah Bumbu, Yulian Herawati, menegaskan komitmen pemerintah untuk menghidupkan kembali tradisi yang sempat meredup.
“Kami ingin budaya ini kembali hidup dan menjadi daya tarik pariwisata daerah,” katanya.
Sementara itu, Ketua Lembaga Adat Ade Ogi, Fawahisah Mahabatan, menilai kolaborasi antara pemerintah dan lembaga adat menjadi kunci menjaga nilai-nilai budaya Pagatan.
Rangkaian prosesi adat dijadwalkan berlangsung hingga puncak acara pada akhir April mendatang.
Editor : Eddy Hardiyanto