Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Berkat FBS Empat Kali Masuk KEN, Kemenpar RI Beri Penghargaan Langsung ke Pemkab Kotabaru, Jadi Kebanggan Event Nasional

Jumain Radar Banjarmasin • Minggu, 24 Agustus 2025 | 05:10 WIB
SENANG:Kementrian Pariwisata RI memberikan penghargaan langsung ke Pemkab Kotabaru atas masuknya FBS ke KEN.
SENANG:Kementrian Pariwisata RI memberikan penghargaan langsung ke Pemkab Kotabaru atas masuknya FBS ke KEN.

KOTABARU - Malam pembukaan Festival Budaya Saijaan (FBS) 2025 di panggung utama Siring Laut, Sabtu (23/8/2025) malam, menjadi momen istimewa.

Kementerian Pariwisata Republik Indonesia (Kemenpar RI) secara langsung memberikan penghargaan kepada Pemkab Kotabaru, yang diterima oleh Wakil Bupati Kotabaru, Syairi Mukhlis didampingi oleh Kadisparpora Kotabaru, Soni Tua Halomoan.

Penghargaan ini bukan tanpa alasan, karena FBS kembali berhasil masuk ke dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) untuk kali keempat.

Hal ini membuktikan konsistensi dan kualitas festival tahunan ini tak pernah surut.

Festival Budaya Saijaan dinilai memenuhi sejumlah kriteria ketat yang ditetapkan oleh Kemenparekraf.

Pertama, event ini sudah diselenggarakan secara rutin. Konsistensi ini menunjukkan kematangan dan keberlanjutan yang luar biasa.

Kedua, FBS dikenal karena kemampuannya mengangkat potensi lokal Kotabaru secara mendalam.

Sesuai dengan mottonya, "Saijaan" (seiya sekata, sejalan, setujuan), festival ini menjadi etalase unik budaya dan kearifan lokal yang menarik perhatian wisatawan.

Lebih dari itu, FBS juga memiliki potensi besar untuk meningkatkan ekonomi lokal.

Kunjungan wisatawan yang membanjir diharapkan dapat memutar roda perekonomian daerah, mulai dari UMKM, perhotelan, transportasi, hingga kuliner.

Kolaborasi yang kuat antara Pemerintah, komunitas, dan masyarakat juga menjadi kunci keberhasilan festival ini.

Salah satu tema yang paling berkesan dalam Festival Budaya Saijaan adalah "Magic From The Sea."

Tema ini secara spesifik mengangkat kekayaan budaya bahari Suku Bajau Samah, salah satu suku asli di Kotabaru.

Hubungan mereka yang erat dengan laut tak hanya sebatas mencari nafkah, tetapi juga merasuk dalam spiritualitas.

Berbagai tradisi Suku Bajau Samah ditampilkan dengan apik, salah satunya Selamatan Leut.

Ini adalah ritual sakral sebagai wujud syukur atas rezeki dari laut, dipimpin oleh seorang Sandro (pemimpin adat).

Atraksi unik lainnya juga memukau pengunjung, seperti Tradisi Titi Tali, yaitu atraksi berjalan di atas tali.

Diiringi musik tradisional alahai dan parade kapal nelayan hias, suasana festival terasa semakin hidup.

Namun, yang paling mencuri perhatian adalah unsur spiritual yang kental. Atraksi di mana seorang Sandro mampu mengubah air laut yang asin menjadi tawar melalui doa, seolah benar-benar menghidupkan narasi "keajaiban dari laut."

Dengan mengangkat tema-tema seperti ini, Festival Budaya Saijaan tidak hanya menyajikan hiburan semata, tetapi juga memperkenalkan warisan budaya dan kearifan lokal yang unik.

Prestasi ini kian mengukuhkan identitas Kotabaru sebagai "Kota Ikan" dan daerah maritim yang kaya akan tradisi dan keajaiban.

Dalam sambutanya, Wakil Bupati Kotabaru, Syairi Mukhlis, mengungkapkan rasa bangganya atas terselenggaranya Festival Budaya Saijaan (FBS) 2025.

Ia menekankan bahwa festival ini menjadi bukti nyata kebersamaan masyarakat, termasuk suku Bajau, yang mampu hidup harmonis seiya sekata.

"Ini adalah kebanggaan bagi kami di Kotabaru. Kita lihat bagaimana suku Bajau di Rampa turut meramaikan, menunjukkan bahwa kegiatan ini mampu menyatukan kita," ujar Syairi.

MERIAH:Penampilan mini kolosal Suku Bajau Samah di Festival Budaya SaIjaan (FBS) 2025 di Siring Laut Kotabaru, Sabtu (23/8/2025) malam.
MERIAH:Penampilan mini kolosal Suku Bajau Samah di Festival Budaya SaIjaan (FBS) 2025 di Siring Laut Kotabaru, Sabtu (23/8/2025) malam.

Ia menambahkan potensi pariwisata Kotabaru sangat besar dan tidak kalah dengan daerah lain.

Menurutnya, yang terpenting adalah bagaimana cara mempromosikannya. "Kami percaya masyarakat Kotabaru selalu mendukung Pemerintah. Tinggal bagaimana kita mempersiapkan diri, agar festival ini menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi," tambahnya.

Staf Ahli Gubernur Kalimantan Selatan, Sulkan, mewakili Gubernur Kalsel, menyampaikan apresiasinya kepada Pemkab Kotabaru.

Ia menyambut baik FBS sebagai upaya pelestarian budaya dan kekayaan maritim.

"Terima kasih kepada Bupati Kotabaru. Kami sangat menyambut baik acara ini sebagai pelestarian budaya dan kekayaan maritim," kata Sulkan.

Menurutnya, Kotabaru memiliki keindahan alam yang unik dan unggul di Kalsel. Ia berharap potensi ini dapat mendatangkan lebih banyak wisatawan lokal.

"Oleh karena itu, saya mendorong agar promosi semakin gencar dan akses yang mendukung terus disiapkan," lanjutnya.

Terakhir, Fadjar Hutomo, Staf Ahli Bidang Manajemen Krisis menyampaikan Kemenpar RI juga sangat mengapresiasi setinggi-tingginya kepada Dinas Pariwisata Kotabaru.

Menurutnya, terpilihnya FBS sebagai salah satu dari 110 event dalam program Kharisma Event Nusantara (KEN) adalah pencapaian luar biasa.

"KEN adalah salah satu program andalan kami. Tema FBS, dengan sajian kuliner, bazar, dan keberagaman yang unik, mampu menarik wisatawan dan memperkuat identitas Kotabaru," jelasnya.

Ia berharap, sinergi yang terjalin bisa membawa Kotabaru naik kelas dan menjadikan Indonesia sebagai destinasi event global.

Editor : Fauzan Ridhani
#Kotabaru #Panggung Utama #siring laut kotabaru #Syairi Mukhlis #Festival Budaya Saijaan