BANJARMASIN - Festival ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi seni, tetapi juga wadah silaturahmi dan pelestarian budaya Islam di Banua.
Lantunan selawat berpadu irama tabuhan rebana menyemarakkan suasana Masjid Raya Sabilal Muhtadin, Banjarmasin Tengah, Ahad (29/11).
Delapan grup sinoman hadrah dari berbagai kabupaten/kota di Kalimantan Selatan berkumpul, menampilkan kebolehan mereka dalam seni religi yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari masyarakat Banjar.
Di halaman masjid, peserta mengenakan kostum seragam warna-warni, memukau penonton dengan gerakan serasi yang mengikuti ritme tabuhan rebana.
Sorakan penonton terdengar riuh ketika salah satu grup menampilkan variasi gerakan yang unik dan energik, membuat suasana semakin hidup.
Penonton yang hadir, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, turut larut dalam kemeriahan.
Beberapa terlihat mengabadikan momen dengan kamera gawai, sementara yang lain duduk khusyuk menikmati lantunan selawat yang menggetarkan hati.
Mahdian, salah satu peserta dari Sungai Kitanu, Martapura, mengaku membutuhkan waktu sebulan untuk mempersiapkan penampilan.
"Ini pertama kali kami ikut festival di sini, sebelumnya ikut di tempat lain," ungkapnya.
Grup Mahdian melibatkan 30 orang dari berbagai usia, mulai anak-anak hingga dewasa. Ia menekankan pentingnya kekompakan.
"Harapannya, tahun depan acara ini bisa semakin besar dan membawa sinoman hadrah lebih dikenal," katanya.
Ketua II Angkatan Muda Sabilal Muhtadin (AMSM) Banjarmasin, M Ihsan Supi mengatakan festival ini digelar untuk kedua kalinya, melanjutkan kesuksesan acara serupa pada tahun lalu.
"Selain festival sinoman hadrah, kami juga menggelar festival maulid habsyi sebagai upaya menjaga warisan leluhur," ujarnya.
Menurut Ihsan, penilaian dalam festival ini didasarkan pada tiga aspek utama: aransemen, adab, dan variasi pukulan rebana.
"Gerakan sebagus apa pun, jika tidak disertai adab, tidak bisa menjadi juara," tegasnya.
Ia berharap festival ini dapat mendorong masyarakat lebih mencintai seni tradisional, terutama sinoman hadrah.
"Semoga kesenian ini semakin berkembang dan tetap menjadi bagian dari kehidupan kita," harapnya.
Pihak penyelenggara menyediakan hadiah menarik bagi para pemenang. Juara pertama mendapatkan Rp 5 juta, juara kedua Rp 4 juta, dan juara ketiga Rp 3 juta.
Editor: Syarafuddin
Editor : Arief