KOTABARU- Ribuan masyarakat di pesisir yang ada di Desa Teluk Aru, Kecamatan Pulau Laut, Kepulauan Kotabaru sangat antusias dengan Katir Race, Minggu (1/9).
Kategorinya dalam lomba ini terbagi dua, yaitu Katir Besar dan Kecil, dengan dua tempat start yang berbeda.
Untuk Katir Besar dari start Pulau Kerayaan, sedangkan untuk Katir Kecil dari Pulau Kerasiaan yang finish keduanya ada di Pantai Desa Teluk Aru.
Dari pantauan Radar Banjarmasin di tempat lomba, puluhan Katir Race ini saling adu kecepatan menggunakan layarnya.
Tiap perahu terdapat tiga orang dengan tanggung jawab masing-masing.
Juara satu dalam lomba ini adalah Sayap Putih dari Desa Kerayaan. Juara dua Menembus Batas, dan tiga adalah dari Citilink Ekspres, serta keempat adalah Putra Lero, kemudian oleh kelima Simpedes.
Makmur, salah seorang dari tim Sayap Putih mengatakan, dirinya sangat senang karena kembali berhasil jadi pemenang di Katir Race ini.
“Alhamdulillah, kami kembali menang tahun ini, walaupun kondisi cuacanya teduh (angin tidak kencang,” tuturnya.
Ditambahkannya, dalam perlombaan ini ia bersama kedua orang timnya rutin latihan selama tiga pekan dan itu dilakukannya setiap hari.
“Alhamdulillah, berkat latihan kami membuahkan hasil dan ini merupakan kebanggan sekali,” ucapnya.
Sementara, H Anto, seorang panitia menjelaskan, Katir Race ini adalah salah satu rangkaian dari Festival Katir Race dan Malasuang Manu yang diadakan Kecamatan Pulau Laut Kepulauan yang bekerja sama dengan Desa Kerayaan, Desa Teluk Aru dan Disparpora Kotabaru.
Untuk Katir Race ini lanjutnya, pesertanya ada 25 Perahu Katir yang diinisiasi oleh Desa Kerayaan.
Ditambahkannya, Katir sendiri merupakan perahu layarnya Suku Mandar pada zaman dahulu yang sering digunakan nelayan dalam mencari ikan ataupun dalam beraktivitas lainnya.
“Melalui lomba ini kami bisa sekalian memperkenalkan budaya kami yang pelaut yang ulung, dan ini mungkin sudah mulai ditinggalkan tapi kami buat jadi event tahunan,” jelasnya.
Sedangkan, Aksin salah seorang warga Kotabaru yang turut hadir menyaksikan lomba ini mengaku sangat senang karena Kotabaru penuh dengan keberagaman kebudayaan.
“Tidak rugi, jauh-jauh menempuh waktu tiga jam lebih kesini, tapi terbayarkan dengan atraksi Katir Race yang ada di Teluk Aru ini,” katanya.
Sementara, Kadisparpora Kotabaru melalui Kabid Event, Rudi Nugraha menjelaskan, bahwa Kotabaru sangat beragam dan multi etnis, tidak hanya budaya Banjar, Dayak, Jawa dan Bugis saja di sini, tapi juga banyak yang lainnya, salah satunya Mandar.
Ini merupakan adatnya Budaya Mandar yang dikolaborasikan di era modern ini menjadi lomba agar lebih dikenal masyarakat luas.
“Alhamdulillah acara ini berlangsung sukses, Katir Race dan Pesta Adat Malasuang Manu dan penampilan artis,” tutupnya.
Editor: Arif Subekti
Editor : Arief