KOTABARU - Ribuan masyarakat di pesisir yang ada di Desa Teluk Aru, Kecamatan Pulau Laut, Kabupaten Kotabaru dibuat terpukau dengan lomba Katir Race, Minggu (1/9/2024).
Ada dua kategorinya dalam lomba ini, yaitu Katir Besar dan Kecil, dengan dua tempat start yang berbeda.
Untuk Katir Besar dari start Pulau Kerayaan. Sedangkan, untuk Katir Kecil dari Pulau Kerasiaan. Titik finish dua kategori lomba perahu layar khas Mandar ini ada di Pantai Desa Teluk Aru.
Dari pantauan Radar Banjarmasin di tempat lomba, puluhan Katir Race ini saling adu balap menggunakan layarnya. Tiap perahu katir, dikendalikan tiga orang.
Di pinggir pantai Desa Teluk Aru, ribuan masyarakat menyaksikan serunya perlombaan tersebuut sambil menantikan perahu Katir yang menjadi finish duluan dan jadi juara.
Akhirnya, dalam perlombaan ini yang berhasil menyabet gelar juara satu adalah kapal Sayap Putih dari Desa Kerayaan.
Disusul kapal Menembus Batas di peringkat kedua dan Citilink Ekspres di peringkat ketiga.
Peringkat keempat diraih kapal Putra Lero dan juara lima jatuh ke tangan tim kapal Simpedes.
Makmur, salah satu pengendali tim kapal Sayap Putih berkomentar dirinya sangat senang karena kembali berhasil jadi pemenang di Lomba Katir Race ini.
“Alhamdulillah, kami kembali menang tahun ini, walaupun kondisi cuacanya teduh, angin tidak kencang,” tuturnya.
Ditambahkannya, dalam perlombaan ini ia bersama kedua orang timnya rutin latihan selama tiga minggu dan itu dilakukannya setiap hari.
“Alhamdulillah, latihan kami membuahkan hasil dan ini merupakan kebanggan sekali,” bangganya.
Sementara, H Anto salah satu panitia menjelaskan Katir Race ini adalah salah satu rangkaian dari Festival Katir Race dan Malasuang Manu yang diadakan Kecamatan Pulau Laut Kepulauan yang bekerja sama dengan Desa Kerayaan, Desa Teluk Aru, dan Disparpora Kotabaru.
Untuk Katir Race ini diikuti 25 Perahu Katir yang diinisiasi oleh Desa Kerayaan.
Ditambahkannya, Katir sendiri merupakan perahu layar khas Suku Mandar pada zaman dahulu yang sering digunakan nelayan dalam mencari ikan ataupun dalam beraktivitas lainnya.
“Melalui lomba ini, kami bisa sekalian memperkenalkan budaya kami sebagai pelaut yang ulung. Tradisi perahu katir ini mungkin sudah mulai ditinggalkan, tapi kami buat jadi event tahunan,” bangganya.
Sedangkan, Aksin salah satu masyarakat Kotabaru yang turut hadir menyaksikan lomba ini sangat senang karena Kotabaru penuh dengan keberagaman kebudayaan.
“Tidak rugi, jauh jauh menempuh waktu tiga jam lebih ke sini tapi terbayarkan dengan atraksi lomba Katir Race yang ada di Teluk Aru ini,” bangganya.
Sementara, Kadisparpora Kotabaru melalui Kabid Event, Rudi Nugraha menjelaskan Kotabaru sangat beragam dan multi etnis.
Tidak hanya budaya Banjar, Dayak, Jawa, dan Bugis, di Kotabaru juga banyak suku yang lainnya, salah satunya Mandar.
Ini lanjutnya, merupakan adatnya Budaya Mandar yang dikolaborasikan di era modern, menjadi lomba agar lebih dikenal masyarakat luas.
“Alhamdulillah acara ini berlangsung sukses. Selain Katir Race dan Pesta Adat Malasuang Manu, juga ada penampilan artis,” tutupnya.
Editor : Fauzan Ridhani