BANJARMASIN - Seminar Keterbukaan Informasi Publik menandai dibukanya rangkaian acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) ke-15 Komisi Informasi (KI) se-Indonesia. Agenda ini dihelat di Neptunus Ballroom, Galaxy Hotel Banjarmasin, Senin (10/6).
Seminar ini mengangkat tema Keterbukaan Informasi Publik dalam Penyelenggaraan Negara Menuju Indonesia Emas 2045.
Menghadirkan dua pemateri, yakni Hendry CH Bangun selaku ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) 2014-2019, Ignasius Jonan.
Kegiatan itu dibuka oleh Wakil Ketua Komisi Informasi Pusat RI, Arya Sandhiyudha. Dalam sambutannya, Arya menekankan bahwa keterbukaan informasi publik menjadi sorotan dalam seminar ini.
“Di level global, keterbukaan informasi publik berkelindan dengan open government,” ujarnya.
Open government sendiri adalah prinsip keterbukaan antara pemerintah dan masyarakat yang bersifat transparan, akuntabel dan partisipatif. Sebagai negara demokrasi, prinsip ini menjadi tantangan bagi KI.
“Kita dituntut untuk melakukan keterbukaan dan sekarang harus dijawab lewat peran kita di Komisi Informasi,” ungkap Arya.
Selain itu, ia juga menyoroti dua tantangan lainnya. Yaitu inovasi teknologi dan bonus demografi. “Indonesia dituntut melaksanakan inovasi teknologi berkelanjutan dan menghadapi bonus demografi, apakah ini tantangan atau justru menjadi demografik defisit,” ujarnya.
Oleh karena itu, Arya berharap seminar ini dapat mematang prinsip open government sekaligus prinsip di KI. Terutama berkenaan dengan pemerintahan yang transparan, akuntabel dan melibatkan partisipasi masyarakat.
“Kita lihat masukan dari para pemateri, terimakasih kepada semua pihak yang telah menyukseskan gelaran ini,” tuntasnya.
Di sisi lain, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI, Sandiaga Uno dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas gelaran seminar ini.
Ia menekankan bahwa keterbukaan informasi publik adalah bentuk pemerintahan yang terbuka dan akuntabel. “Dalam mewujudkan pelayanan publik yang akuntabel, dibutuhkan keeterbukaan informasi,” ujarnya via Zoom.
Sandi berharap kegiatan ini memperkuat sinergitas pemerintah, mitra dan masyarakat dalam hal ketersebaran informasi publik. “Semoga Rakernas Komisi Informasi berjalan lancar dan memperkuat sinergitas kita dalam keterbukaan informasi publik,” pungkasnya.
Editor : Arief