BANJARMASIN - Aula Rattan Inn Banjarmasin tampak ramai, Kamis (15/2) pagi. Puluhan perwakilan SKPD di lingkup Pemkab Tabalong tampak serius mengikuti workshop kehumasan yang digagas Radar Banjarmasin.
Materi workshop, lain daripada yang lain. Tidak sekadar tentang cara membuat berita kehumasan yang menarik dan layak dibaca. Namun, ASN yang hadir juga dijejali tips dan trik membuat foto dan video yang ciamik ala wartawan. Supaya piawai membuat informasi atau konten menarik di media sosial (medsos).
Setidaknya, ada tiga narasumber yang dihadirkan. Pertama, ada Wakil Direktur Radar Banjarmasin, Toto Fachruddin. Kedua, redaktur halaman Metropolis, Muhammad Syarafuddin. Terakhir, ada Arief Saputera, pengampu konten online di akun medsos Radar Banjarmasin.
Direktur Utama Radar Banjarmasin, Suriansyah Achmad mengatakan kegiatan ini adalah yang kedua kalinya digelar bersama dengan Pemkab Tabalong. "Akhir Januari tadi, kegiatan pertama," ujarnya.
Ia berharap, dengan digelarnya kegiatan ini ASN di masing-masing SKPD Pemkab Tabalong semakin memiliki skill yang mumpuni. Baik dalam hal penulisan berita, dan sebagainya. "Salah satu amanat undang-undang adalah keterbukaan informasi publik dari penyelenggara negara," ucapnya. "Masyarakat, mempunyai hak untuk mengetahui informasi dalam pemerintahan," tegasnya.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Arianto menyampaikan apresiasinya terkait gelaran tersebut. "Kita patut bersyukur saat ini praktik kehumasan sangat dibutuhkan, dan tidak bisa ditolak," ujarnya mewakili Bupati Tabalong, H Anang Syakhfiani.
Apalagi ketika masuk ke era serba digital, praktik kehumasan menjadi sebuah keharusan. Ini tak lain untuk memenuhi kebutuhan informasi publik. "Supaya pesan yang disampaikan tidak melulu seremonial. Tapi, juga informasi terkait pembangunan, dan sebagainya," tekannya. "Kami ingin informasi di pemerintahan juga bisa lebih tersampaikan kepada masyarakat," tambahnya.
Selain membentuk pranata humas yang responsif dan adaptif, Arianto berharap dari workshop ini para ASN memiliki skill lainnya. Baik itu penguasaan peralataan, hingga pengetahuan seluk beluk medsos. Ini semata-mata demi membentuk mindset ASN yang profesional, responsif, dan berkompeten. "Khususnya, dalam merencanakan, menyiapkan, serta menjalankan fungsi kehumasan yang modern, dan berbasis teknologi digital," tuntasnya.
Editor: Arif Subekti
Editor : Arief