AMUNTAI - Dinas Perpustakaan Kabupaten Hulu Sungai Utara menggandeng Lembaga Kajian Islam dan Kemasyarakatan (LK3) Banjarmasin dan Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) serta Ambin Demokrasi untuk menggelar bedah atau diskusi buku di Aula Perpustakaan HSU, Rabu (22/11).
Buku yang dibedah yakni berjudul Tionghoa Banjar dan Balaki Muntung, dengan menghadirkan penulis buku Tionghoa Banjar, Nurholis Masjid.
Di hadapan peserta diskusi buku yang dibuka Kepala Dinas Perpustakaan HSU Karyanadi, Nurholis Majid menyampaikan, buku yang ditulisnya berisi kisah perjalanan etnis Tionghoa di tanah Banjar.
Diungkapkan Nurholis, saat menyusun buku ini, dirinya terkendala referensi tentang etnis Tionghoa di daerah Banjar. Jadi dirinya dalam menyusun buku ini, lebih banyak berbincang dengan sepuh etnis Tionghoa.
“Jadi mendengar informasi dari sumber yang dapat dipercaya dan kemudian dirangkaikan menjadi tulisan, sehingga buku ini (Tionghoa Banjar,red) bisa dijadikan rujukan sejarah etnis ini di tanah Banjar,” ujarnya.
Terkait buku Balaki Muntung, Nurholis mengaku buku ini berisi nasihat- nasihat atau fatwa dalam budaya Banjar. Bisa berupa kiasan kata yang selalu disampaikan oleh sesepuh atau orang tua dengan tujuan mendidik anak menjadi taat dan baik.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan Kabupaten HSU Karyanadi, menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran para pustakawan dan para pegiat literasi baik dari Kabupaten HSU ataupun dari Provinsi Kalsel. "Mudah- mudahan kegiatan kita hari ini membawa arti dan makna yang semakin dalam tentang keinginan bersama memajukan literasi di HSU,” harapnya.
Kegiatan ini juga dihadiri mantan Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel H.Abdul Haris Makki yang juga pegiat literasi.
Editor: Sutrisno
Editor : Arief