Kejadian itu tentu saja sempat membuat tegang para panitia pemilihan Nanang Galuh Kebudayaan Kotabaru 2023.
Untungnya, kejadian tersebut bukanlah perkelahian sesungguhnya. Namun, itu adalah aksi atlet gulat yang sedang menunjukan bakatnya dalam prasyarat sebagai peserta mengikuti pemilihan Nanang Galuh Kebudayaan Kotabaru 2023.
Sebagai dewan juri bakat Lailatul Fitri sempat terkejut karena calon Galuh ini menampilkan bakat yang sangat beda dengan yang biasanya.
“Tapi syukurlah, walaupun saya sendiri saat tegang, takut terjadi apa-apa, tapi akhirnya bisa lega ternyata pegulat ini sangat profesional,” ungkapnya.
Sementara itu, Tia Norliana, atlet gulat yang mengikuti pemilihan mengungkapkan sangat senang bisa mengikuti pemilihan Nanang Galuh ini.
“Sebenarnya saya sempat bingung mau menampilkan bakat apa. Dan akhirnya karena saya memang pegulat jadi saya menampilkan teknik membanting,” ungkapnya.
Dilanjutkannya, mengenai alasannya mengikuti pemilihan ini karena ingin juga terlibat dalam melestarikan budaya yang ada di Kotabaru.
“Selain jadi atlet saya juga ingin menjadi bagian yang memasarkan budaya yang ada di Kotabaru ini,” tambahnya.
Kabid Kebudayaan Disdikbud H Eddy Cahyono menjelaskan, dalam pemilihan ini, sangat banyak bakat yang ditampilkan peserta.
Mulai dari menyanyi, menari dan sampai bela diri. “Anak-anak kita ini memang selain dituntut mempunyai pemahaman budaya juga memiliki bakat,” tutupnya mengakhiri. (Jum) Editor : Arief