Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

MT Assayyidatut Thahirah Banjarbaru Gelar Ziarah Religi

Arief • Rabu, 2 Agustus 2023 | 10:28 WIB
ZIARAH RELIGI: Majelis Taklim Assayyidatut Thahirah Banjarbaru mengunjungi Masjid Sabilal Muhtadin Banjarmasin. | Foto: Majelis Taklim Assayyidatut Thahirah Banjarbaru
ZIARAH RELIGI: Majelis Taklim Assayyidatut Thahirah Banjarbaru mengunjungi Masjid Sabilal Muhtadin Banjarmasin. | Foto: Majelis Taklim Assayyidatut Thahirah Banjarbaru
BANJARBARU – Ziarah di bulan Muharram merupakan salah satu perbuatan baik yang disunnahkan oleh Rasulullah SAW. Anjuran inilah yang diamalkan oleh Majelis Taklim Assayyidatut Thahirah Banjarbaru. Yakni, dengan melakukan ziarah religi ke makam ulama, dan melakukan syuting syiar Islam, serta mengunjungi masjid bersejarah maupun tempat syiar Islam di tanah Banjar.

Majelis Taklim Assayyidatut Thahirah beralamat di Jalan Bina Murni Loktabat Kota Banjarbaru ini memulai kegiatannya dengan melakukan syuting syiar Islam di Studio Duta TV di Jalan Pramuka Komplek Semanda Kecamatan Banjarmasin Timur, Sabtu (29/7).

Dilanjutkan ke masjid bersejarah, Masjid Raya Sabilal Muhtadin di Jalan Jenderal Sudirman Kota Banjarmasin. Kemudian, ziarah makam ulama Banjar, KH Ahmad Zuhdiannoor (Guru Zuhdi) di Jalan Belakang Masjid Jami, Kelurahan Antasan Kecil Timur, Kecamatan Banjarmasin Utara.

Rombongan Majelis Taklim Assayyidatut Thahirah juga meluangkan waktu ziarah makam Syekh Mufti H Muhammad Amin (Datu Amin Banua Anyar), cucu dari Qadhi HM Sa’id, seorang menteri Kesultanan Banjar pada zamannya. Qadhi HM Sa’id kawin dengan Tuan Giat, saudara Tuan Guwat istri Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari. Qodhi HM Sa’id dan Tuan Giat melahirkan Shalehah yang kawin dengan Juragan Ya’qub. Perkawinan ini melahirkan empat anak, salah satunya adalah Datu Amin Banua Anyar. Dengan demikian, Datu Amin Banua Anyar masih ada hubungan kekerabatan dengan Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari (Datu Kalampayan).

Di penghujung kegiatan menyempatkan ke taman wisata alam, Pulau Bakut Kecamatan Anjir Muara Kabupaten Barito Kuala, yang menjadi tempat habitat hewan asli Kalimantan, Bekantan. “Maksud dan tujuan ziarah religi ini adalah untuk syiar Islam dan menambah cinta kepada para Ulama. Khususnya Ulama di Banjarmasin,” ucap Ketua rombongan ziarah religi Majelis Taklim Assayyidatut Thahirah, Siti Hadijah.

Khodimul Majelis Assayyidatut Thahirah, Ustadz Muhammad Nurani menguncapkan ziarah religi ini bertujuan mengenang jasa dan pengorbanan para ulama dalam menyebarkan syiar Islam di Kalsel. Serta, menghadirkan syiar-syiar Islam sebagai bentuk upaya pendekatan diri kepada Allah SWT.

“Kegiatan ziarah religi ini merupakan agenda rutin dari Majelis Taklim Assayyidatut Thahirah sebagai wadah para jamaah untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ingin selalu dekat dengan para ulama baik masih hidup ataupun sudah dipanggil Allah SWT terlebih dahulu,” tuturnya.

Ustadz Muhammad Nurani menambahkan melalui ziarah juga dapat mengingatkan dengan sesuatu yang pasti, yakni kematian. ”Menziarahi waliyullah dianjurkan agar mendapat tafaul, yakni harapan diberi Allah SWT segala yang didapat para wali tersebut. Dan, ziarah waliyullah adalah bagian tawassul dengan amal sholeh. Dengan catatan meminta tetap hanya kepada Allah SWT. Tradisi ziarah kubur ke makam para wali perlu dilestarikan, karena tidak bertentangan dengan syariat Islam. Bahkan dapat mengingatkan akan kehidupan di akhirat,” ungkapnya.(*/dyt) Editor : Arief
#ziarah