Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Ajari Warga Membuat Minyak Kemiri

Arief • Selasa, 2 Agustus 2022 | 08:48 WIB
Photo
Photo
BANJARMASIN – Biji Kemiri memiliki potensi dan manfaat yang luar biasa. Selain dipergunakan sebagai bahan bumbu masak, Kemiri juga banyak dimanfaatkan untuk bahan obat-obatan dan juga industri. Di masa lampau, minyak Kemiri kerap dipakai untuk bahan bakar lampu minyak atau lampu teplok. Di Kalsel, Kemiri tumbuh subur dan banyak ditemukan di kawasan Desa Galam, Kecamatan Bajui, Kabupaten Tanah Laut (Tala).

Oleh warga setempat, yakni Kelompok Tani Hutan (KTH) Batu Kura, Kemiri atau yang lebih dikenal dengan Keminting dalam bahasa Banjar menjadi mata pencaharian. Yakni, dikumpulkan kemudian dijual ke pasar dalam bentuk bijian yang sudah dikupas atau masih utuh dengan kulitnya seharga Rp20 ribu hingga Rp30 ribu per kilogram. “Dalam proses pengupasan, banyak serpihan biji Kemiri yang pecah dan terbuang karena tidak ada nilai jualnya. Padahal, apabila dikumpulkan, serpihan biji Kemiri tersebut masih bisa dimanfaatkan dengan maksimal, yakni diolah menjadi minyak Kemiri. PKM Fakultas Kehutanan ULM hadir ke Desa Galam untuk melatih mitra KTH Batu Kura membuat minyak Kemiri tersebut,” sebut Dr Ir Mufidah Asyari MP didampingi Dr Ir H Muhammad Helmi MM, keduanya merupakan dosen Fakultasn Kehutanan ULM yang mengadakan program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Desa Galam, beberapa waktu lalu.

Photo
Photo
Kegiatan PKM Pengolahan Biji Kemiri Menjadi Minyak Kemiri pada KTH Batu Kura di Desa Galam Kecamatan Bajuin Kabupaten Tanah Laut

Dibantu tiga orang mahasiswa Fakultas Kehutanan ULM, Mufidah dan Helmi menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) cara membuat minyak Kemiri sebagai pelatihan kepada para mitra KTH Batu Kura. Cara membuat minyak Kemiri terbilang mudah. Yakni, satu kilogram biji Kemiri yang sudah dihancurkan diberi air untuk kemudian diperah dan diambil santannya. Setelah itu, santan kemiri diendapkan dan dimasak sampai keluar minyaknya. Minyak yang keluar dari hasil pemasakan, kemudian diendapkan dan disaring kembali untuk mendapatkan minyak Kemiri yang lebih murni. “Proses pemasakan kira-kira 30 menit. Dari satu kilogram biji Kemiri, akan diperoleh kurang lebih 120 ml minyak Kemiri,” ujar Mufidah.

Tak hanya itu, kedua Dosen Fakultas Kehutanan ULM tersebut juga membimbing warga Desa Galam memasarkan minyak Kemiri tersebut. Yakni, dengan mengemas minyak Kemiri dalam kemasan yang menarik dan diberi label Keminting Oil disertai dengan tulisan asal produksinya, yakni Desa Galam. “Dengan demikian, nilai jual minyak Kemiri yang diproduksi oleh KTH Batu Kura bisa lebih tinggi. Untuk promosinya, kami menjalin kerja sama dengan KPH Tanah Laut. Mudah-mudahan, lewat PKM yang kami laksanakan ini, warga Desa Galam bisa mendapatkan memaksimalkan manfaat dari biji Kemiri yang melimpah di desa mereka,” tandasnya.

Cara Pengolahan Minyak Kemiri
1) 1 (satu) kg biji kemiri (utuh) atau yang sudah pecah/hancur ditumbuk sampai halus kemudian ditambahkan air sebanyak 1 (satu) liter atau secukupnya.

2) Diperas sampai keluar santannya kemudian disaring dan diendapkan, selanjutnya dilakukan pemasakan terhadap santan kemiri sambal diaduk hingga keluar minyaknya.

3) Setelah keluar minyaknya, didiamkan sampai dingin kemudian disaring kembali untuk mendapatkan kemurnian minyak kemiri.

Photo
Photo
Tahapan pengolahan minyak kemiri dari biji kemiri dengan alat sederhana
Editor : Arief
#Fakultas Kehutanan ULM