RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, MADRID – Kemenangan 1-0 Real Madrid atas Villarreal CF di Estadio Santiago Bernabeu, Minggu (11/10) menyisakan persoalan.
Wide attacker, Vinicius Junior terancam absen dalam El Clasico kontra FC Barcelona di La Liga dua pekan lagi (26/10).
Pemain asal Brasil itu menerima kartu merah pada menit ke-73. Pemain yang viral di media sosial belakangan ini dianggap melakukan pelanggaran setelah baru masuk pada menit ke-52 menggantikan Trent Alexander-Arnold.
Pemain Terbaik Dunia FIFA 2024 itu kemudian menggandakan keunggulan Real pada menit ke-71. Wide attacker Yan Diomande mencetak gol untuk Los Blancos – sebutan Real – 11 menit sebelumnya (62’).
Namun, setelah meninjau VAR (video assistant referee), wasit Isidro Diaz de Mera Escuderos menganulir gol tersebut. Sebab, Vini terlihat menarik rambut gelandang Villarreal, Nathan Saliba.
Menurut laporan Marca dan Mundo Deportivo, Vini berpotensi menerima skorsing minimal dua pertandingan. Selain terbukti menarik rambut, laporan wasit juga menyebut bahwa Vini terus melancarkan protes dengan sikap agresif sehingga harus ditahan rekan setimnya.
Jika hukuman itu dijatuhkan, pemain 26 tahun asal Brasil itu tidak hanya absen saat melawan Sevilla FC (19/10), melainkan juga dalam El Clasico di Camp Nou, kandang Barca.
Keputusan komite disiplin diperkirakan keluar pada Rabu (14/10). Bek kanan/gelandang bertahan Villarreal Juan Foyth menilai keputusan wasit sudah tepat.
“Keputusan terhadap Vinicius memang layak berujung kartu merah berdasar peraturan. Saya tidak berpikir dia melakukannya dengan niat mencederai lawan, tetapi tetap saja itu kartu merah,” kata pemain asal Argentina itu seperti dikutip dari Diario AS.
Vini sendiri telah meminta maaf melalui media sosial atas kartu merah tersebut. Sementara entrenador Real Jose Mourinho memilih tidak menghadiri konferensi pers usai pertandingan.
Mourinho khawatir komentarnya mengenai wasit bisa membuatnya terkena hukuman mendampingi tim.
“Saya tidak akan berbicara karena saya ingin tetap berada di bangku cadangan saat menghadapi Sevilla dan Barcelona,” ucap Mourinho.
Berkebalikan dengan Real, situasi lebih menyenangkan dialami Barca. Tim asuhan Hansi Flick itu menang 3-0 atas Getafe CF di Camp Nou. Sapu bersih delapan laga yang dicapai skuad Hansi berarti menyamai Blaugrana – sebutan lain FC Barcelona – asuhan Gerardo Martino pada musim 2013–2014.
Yang membuat Barca senang, mereka meraih kemenangan kedelapan tanpa false 9 Raphinha yang cedera. Raphinha merupakan mesin gol musim ini dan memimpin El Pichichi dengan 12 gol. Gabriel Jesus yang dipercaya kali pertama sebagai starter mampu menyumbang satu gol pada menit ke-30.
“Bermain bersama para pemain di sini sangat mudah,” kata Jesus seperti dikutip dari Barca Universal.
“Mereka semua bermain sangat baik dan selalu menguasai bola. Itu memudahkan saya sebagai penyerang untuk mendapatkan peluang mencetak gol,” imbuh mantan striker Arsenal dan Manchester City tersebut. (jp/yy/ris)
Editor : Arief M