RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, KHOBAR — Tijjani Reijnders terang-terangan mengakui faktor uang menjadi alasan utama dirinya meninggalkan Manchester City untuk bergabung dengan Al-Qadsiah di Arab Saudi dalam transfer 52 juta pound, atau sekitar Rp 1,1 triliun, setelah hanya semusim di Etihad Stadium.
Gelandang Timnas Belanda itu bahkan menyebut kontrak barunya bisa menjamin masa depan anak, cucu, hingga generasi keluarganya.
Tijjani Reijnders meninggalkan Manchester City setelah menjalani musim yang tidak sesuai harapan sejak didatangkan dari AC Milan dengan nilai transfer 46,5 juta pound.
Pemain berusia 28 tahun itu tercatat tampil 50 kali, tetapi kesulitan mendapatkan peran konsisten di bawah skema permainan Manchester City.
Masalah utama Reijnders berkaitan dengan posisi bermain yang diberikan kepadanya di Etihad Stadium, sebab ia lebih nyaman menjalankan peran nomor delapan yang dinamis.
Namun, dirinya justru berulang kali ditempatkan sebagai gelandang serang nomor 10 sehingga kesulitan menunjukkan kemampuan terbaiknya.
Situasi tersebut membuat Reijnders tidak sepenuhnya bahagia selama membela Manchester City, sementara sejumlah klub Eropa seperti Atletico Madrid dan Juventus disebut sempat menunjukkan ketertarikan.
Pada akhirnya, tuntutan finansial Manchester City ikut membuka jalan bagi Reijnders untuk menerima tawaran Al-Qadsiah dengan nilai transfer 52 juta pound.
Faktor finansial menjadi bagian paling terang-terangan dari pengakuan Reijnders setelah dirinya memilih melanjutkan karier di Saudi Pro League.
Ia dilaporkan akan menerima total 86 juta pound atau sekitar Rp 1,8 triliun selama menjalani kontrak multi-tahun bersama Al-Qadsiah. "Aku mata duitan? Aku tidak bisa menyangkalnya," kata Reijnders kepada NOS saat ditanya soal keputusan tersebut.
Reijnders kemudian menjelaskan alasan personal di balik pilihannya dengan mengungkapkan, "Begitu karier bermain saya berakhir, saya tidak ingin harus bekerja lagi," jelasnya.
Ia mengakui sebenarnya kontraknya bersama Manchester City juga sudah cukup untuk membuat kehidupannya aman secara finansial. Namun, dirinya melihat kepindahan ke Arab Saudi sebagai kesempatan untuk memberikan jaminan ekonomi kepada generasi keluarganya pada masa mendatang. (jp/yy/ris)
Editor : Arief M