RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, MADRID – Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho, mengamuk di konferensi pers dengan mengumpat komite wasit hingga VAR usai timnya keok dari Atletico Madrid.
Kekalahan diterima Real Madrid saat bertandang ke markas Atletico Madrid di pekan ketujuh Liga Spanyol 2026-2027, Minggu (20/9) WIB.
Bertanding di markas rival sekotanya itu, El Real keok dengan skor 1-2 lewat penalti Alejandro Grimaldo (53’) dan gol Jonathan David (59’) yang dibalas Antonio Ruediger pada menit ke-89.
Kekalahan ini membuat Jose Mourinho naik pitam karena merasa Real Madrid dirugikan sejak sebelum derbi Madrid dimulai. Emosi pelatih berjulukan The Special One itu meledak di konferensi pers dengan menyasar ke komite wasit, wasit, dan VAR.
Dalam konferensi persnya, Mourinho heran dengan keputusan komite wasit LaLiga yang sudah menunjuk wasit sepekan sebelum derbi dimainkan.
Pada umumnya, wasit yang memimpin pertandingan diumumkan sehari sebelum pertandingan, bukan jauh-jauh hari. "Semuanya terasa sangat aneh. Hal pertama adalah seminggu sebelumnya mereka sudah tahu siapa wasitnya," umpat Mourinho.
Kemudian ia menyalahkan komite wasit yang menunjuk Miguel Angel Ortiz Arias sebagai wasit utama derbi meski tahu dirinya kurang pengalaman.
Tak hanya Ortiz Arias, Mourinho juga menyasar wasit VAR Daniel Jesus Trujillo Suarez yang punya rekor buruk saat memimpin laga Los Blancos. Baginya, kombinasi ini merugikan Real Madrid saat melakoni derbi di Wanda Metropolitano.
Apalagi Mourinho merasa wasit seharusnya mengusir dua pemain Atletico, yakni Cristian Romero dan Lee Kang-in, yang melakukan pelanggaran keras di babak pertama.
Tetapi apa daya, wasit membiarkan pelanggaran tersebut meski VAR sempat mengintervensinya. "Lalu, mereka menunjuk wasit yang, di usia 41 tahun, belum memiliki pengalaman internasional sama sekali. Ya, pastinya bukan karena dia wasit yang hebat," kata Mourinho.
Karena kesalahan komite wasit, wasit, dan VAR, Mourinho merasa ada konspirasi di Liga Spanyol yang membuat El Real sulit juara. Pelatih asal Portugal itu enggan menyebut hasil liga telah diatur. Tetapi apa yang terjadi membuatnya geram karena ternyata liga tak mengalami perubahan.
"Saya tidak ingin sampai mengatakan jika semua ini telah diatur. Saya tidak ingin memikirkan itu, tetapi lebih tepatnya mereka (LaLiga) hanya melakukan kesalahan," pungkas pelatih berusia 63 tahun tersebut. (yy/ris)
Editor : Arief M