RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, MANCHESTER - Manchester City membidik kemenangan ketiga beruntun di Liga Inggris 2026/2027 saat menjamu Coventry City di Etihad Stadium, Sabtu (5/9) malam.
Pertandingan pekan ketiga ini dijadwalkan berlangsung pukul 22.00 WITA. Manchester City datang dengan modal sempurna setelah mengalahkan Bournemouth 2-1 dan Crystal Palace 4-1 dalam dua laga pembuka.
Sebaliknya, Coventry berada dalam situasi sulit. Tim promosi asuhan Frank Lampard belum mengoleksi poin. Bahkan belum mencetak gol setelah kalah 0-3 dari Arsenal, dan 0-1 dari Hull City.
Secara matematis, City jelas lebih diunggulkan. Namun, pertandingan ini tetap menarik karena menjadi salah satu ujian awal bagi Maresca dalam membangun era baru Manchester City setelah berakhirnya masa Pep Guardiola.
Maresca melewati dua pertandingan pertamanya di Premier League dengan catatan sempurna. Pada laga pembuka, City sempat tertinggal dari Bournemouth sebelum membalikkan keadaan melalui Marc Guéhi dan Joško Gvardiol.
Seminggu kemudian, performa mereka jauh lebih meyakinkan ketika menghancurkan Crystal Palace 4-1 di Selhurst Park. Erling Haaland dan Rayan Cherki menjadi bintang kemenangan tersebut. Keduanya sama-sama mencetak dua gol.
Bagi Cherki, performa itu melanjutkan start impresifnya. Pada laga pembuka melawan Bournemouth. Pemain asal Prancis tersebut juga memberikan dua assist setelah masuk sebagai pemain pengganti.
Maresca tidak hanya terkesan dengan gol Cherki. Ia justru menyoroti kontribusi sang pemain ketika City kehilangan bola. “Performanya tanpa bola itu luar biasa,” kata Maresca. Ia menilai Cherki mampu menjalankan tugasnya dengan baik untuk mengganggu permainan Adam Wharton di lini tengah Palace.
Maresca juga melihat timnya mulai menunjukkan perkembangan setelah kemenangan di Selhurst Park. “Setelah 10 menit kami mengontrol permainan dengan bola dan tanpa bola,” ujar Maresca usai laga tersebut.
Kini, Coventry menjadi lawan berikutnya untuk menguji apakah perkembangan itu benar-benar konsisten.
Salah satu alasan City sangat difavoritkan adalah ketajaman lini depan.
Haaland akhirnya membuka rekening golnya musim ini saat menghadapi Palace, dan langsung mencetak dua gol. Striker Norwegia itu juga memiliki rekor impresif ketika menghadapi klub yang baru promosi.
Haaland telah mencetak 19 gol dalam 20 penampilan Premier League melawan tim-tim promosi. Coventry pun harus menemukan cara khusus untuk membatasi ruang geraknya di kotak penalti.
Di sisi lain, Cherki mulai menunjukkan bahwa dirinya bisa menjadi salah satu wajah penting City di era Maresca. Setelah mencetak dua gol ke gawang Palace, Cherki mengakui masih ada aspek permainannya yang harus diperbaiki. Ia bahkan mengatakan ingin lebih sering memberikan bola kepada Haaland pada pertandingan berikutnya. Jika kombinasi keduanya kembali berjalan, pertahanan Coventry berpotensi menghadapi malam yang sangat panjang.
Situasi berbeda dialami Coventry. Setelah menjuarai Championship musim lalu dan kembali ke kasta tertinggi Inggris untuk pertama kalinya sejak 2000/2001, Coventry justru langsung mendapat ujian berat. Lampard pun mengakui timnya masih memiliki banyak pekerjaan rumah. Ia juga menilai permainan Coventry terlalu lambat, dan kurang memiliki kualitas dalam menghadapi pertahanan lawan yang bermain rapat. Persoalan mental juga menjadi perhatian Lampard. Menurutnya, Premier League memberikan tekanan dan tuntutan berbeda dibandingkan kompetisi sebelumnya. “Kami harus segera mengatasinya,” kata Lampard mengenai tuntutan adaptasi di kasta tertinggi.
Masalahnya, lawan berikutnya bukan tim yang mudah untuk dijadikan tempat mencari kebangkitan. Coventry tidak memiliki banyak pilihan selain bertahan dengan disiplin, mempersempit ruang di sekitar Haaland dan Cherki, kemudian mengandalkan serangan balik. Jika terlalu terbuka, kualitas individu City bisa menjadi pembeda.
Pertandingan ini juga berpotensi menjadi panggung debut bagi rekrutan baru City, Enzo Fernández. Manchester City menyelesaikan kepindahan Fernández dari Chelsea dengan nilai £125 juta pada hari terakhir bursa transfer. Kedatangannya menambah kekuatan lini tengah Maresca yang sebelumnya kehilangan sejumlah pemain penting.
Namun, apakah ia langsung menjadi starter atau memulai pertandingan dari bangku cadangan masih menjadi salah satu tanda tanya menjelang laga.
Maresca memiliki sejumlah opsi di lini tengah setelah kedatangan Fernández, Elliot Anderson dan Ayyoub Bouaddi.(dye/yy/dye)
Editor : Arief M