Pererat Tali Persaudaraan Antar Jamaah Masjid Lewat Fun Minisoccer Yuk Kajian Banjarmasin

M Idris Jian Sidik • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:36 WIB
JEMAH MASJID: Para pemain dari tim-tim jemaah masjid se Kota Banjarmasin bersemangat berduel dalam gelaran Fun Minisoccer Yuk Kajian Banjarmasin di Lapangan UPIK Minisoccer, Banjarmasin, dalam rangka memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia. (M Idris Jian Sidik)
JEMAH MASJID: Para pemain dari tim-tim jemaah masjid se Kota Banjarmasin bersemangat berduel dalam gelaran Fun Minisoccer Yuk Kajian Banjarmasin di Lapangan UPIK Minisoccer, Banjarmasin, dalam rangka memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia. (M Idris Jian Sidik)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN – Kemerdekaan bisa dirayakan dengan banyak cara. Dan Yuk Kajian Banjarmasin (YKB) memilih merayakannya di atas lapangan hijau dengan bola, keringat, dan tawa yang meluap-luap. Bertempat di Lapangan UPIK Minisoccer, Banjarmasin, komunitas keislaman ini menggelar Fun Minisoccer yang mempertemukan tim-tim yang mewakili jamaah masjid dan musholla di seantero Kota Banjarmasin

Enam tim ambil bagian dalam turnamen yang berlangsung penuh semangat ini. Mereka adalah YKB FC selaku tuan rumah, BTR FC yang merupakan jamaah Masjid Baitturahman Rahayu Pramuka, Muas FC dari Musholla Asy Syifa Sultan Adam, Ikhwan Amd dari jamaah Masjid Imam Syafii, Ammar SC yang mewakili jamaah Masjid Alfaruq dan Al Kautsar mewakili jamaah Masjid Al Kautsar.

Di akhir kompetisi, Muas FC tampil sebagai tim terbaik dan berhak mengangkat trofi juara. Tidak hanya itu, dominasi Muas FC juga terlihat dari penghargaan individu yang menyapu bersih kategori bergengsi. Khalil Ahza dinobatkan sebagai Top Skor turnamen, Rizal meraih gelar Kiper Terbaik, dan Jakfarin diganjar penghargaan Pemain Terbaik, sebuah trisula penghargaan yang mencerminkan betapa solidnya permainan tim dari Musholla Asy Syifa Sultan Adam itu.

Ketua Pelaksana, Ahmad Syfari Ady, menjelaskan bahwa kegiatan ini lahir dari keinginan sederhana namun bermakna dalam mempererat tali persaudaraan antar sesama jamaah masjid yang selama ini mungkin hanya bertemu di shaf shalat atau majelis kajian.

"Kami ingin momen kemerdekaan ini menjadi lebih dari sekadar peringatan seremonial. Dengan olahraga, kami percaya hubungan antar jamaah bisa terjalin lebih hangat dan lebih natural. Di lapangan, semua sejajar tidak ada sekat jabatan atau status. Yang ada hanya kebersamaan dan semangat bermain bersama," ujar Ahmad Syfari Ady saat ditemui Rabu (19/8/2026).

Ia berharap kegiatan seperti ini bisa menjadi agenda rutin yang diagendakan komunitas secara berkala tidak harus menunggu momen kemerdekaan untuk kembali mengumpulkan jamaah dari berbagai masjid dalam nuansa yang lebih santai dan penuh keakraban.

"Rencananya kegiatan seperti ini tidak berhenti di sini. Kami ingin ini menjadi tradisi yang terus kami jaga dan kembangkan. Karena manfaatnya sangat nyata silaturahmi menguat, jamaah semakin saling mengenal, dan tentu saja kesehatan terjaga," tambahnya.

Dari kubu sang juara, Manajer Muas FC, Khairul Rozikin, tidak menyembunyikan kebanggaannya atas pencapaian tim yang ia pimpin. Namun baginya, trofi juara hanyalah bonus dari tujuan yang jauh lebih besar.

"Alhamdulillah kami bisa juara dan anak-anak bermain dengan sangat baik. Khalil, Rizal, Jakfarin, mereka tampil luar biasa. Tapi yang lebih kami syukuri adalah kesempatan untuk bertemu, bersilaturahmi, dan bermain bersama jamaah dari masjid-masjid lain. Itu nilainya jauh di atas trofi apapun," ujar Khairul Rozikin.

Ia juga mengapresiasi inisiatif Yuk Kajian Banjarmasin yang dinilainya sangat kreatif dalam membangun ekosistem persaudaraan melalui olahraga.

"YKB punya cara yang unik dan efektif untuk mempererat ukhuwah. Olahraga adalah bahasa yang semua orang mengerti. Kami berharap ke depannya makin banyak masjid dan musholla yang bergabung sehingga turnamen ini semakin besar dan semakin banyak manfaatnya bagi masyarakat," pungkasnya. (bir)

Editor : Arief
Mini Soccer berita Banjarmasin Sepak Bola