Wasit Diisukan Tewas Saat Pimpin Laga Tarkam di Bogor, Begini Tanggapan PSSI

admin • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 16:17 WIB
ILUSTRASI: PSSI meminta turnamen tarkam mengantongi rekomendasi federasi. Langkah ini untuk memastikan pertandingan berjalan sesuai regulasi dan aman. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
ILUSTRASI: PSSI meminta turnamen tarkam mengantongi rekomendasi federasi. Langkah ini untuk memastikan pertandingan berjalan sesuai regulasi dan aman. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, JAKARTA - Pertandingan sepak bola antarkampung (tarkam) di Desa Urug, Sukajaya, Kabupaten Bogor, berujung ricuh. Insiden yang terjadi Selasa (11/8) itu, menyebabkan wasit pertandingan dan anggota Linmas setempat menjadi korban.

Wasit pertandingan, Asep Usyana meluruskan kabar yang beredar setelah insiden. Ia memastikan dirinya masih hidup, dan membantah informasi yang menyebut dirinya meninggal dunia. “Saya pastikan itu hoaks,” tegas Asep.

Asep bersama pihak terkait juga telah menempuh jalur hukum. Peristiwa tersebut dilaporkan ke Polsek Cigudeg untuk diproses lebih lanjut.

Kericuhan ini turut mendapat perhatian PSSI. Sekjen PSSI, Yunus Nusi mengatakan persoalan tarkam tidak hanya berkaitan dengan keamanan, tetapi juga menyangkut kualitas dan legalitas perangkat pertandingan.

PSSI mendapat informasi bahwa wasit yang memimpin pertandingan di Bogor tersebut diduga tidak mengantongi lisensi. Tak hanya itu, PSSI menemukan masih ada pertandingan tarkam yang digelar tanpa rekomendasi federasi, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. “Kami sangat prihatin dengan kejadian-kejadian tarkam seperti ini. Terinfo hari ini, ternyata wasit yang memimpin tidak memiliki lisensi. Kami juga mendapatkan informasi bahwa setiap tarkam tidak melaporkan dan tidak meminta rekomendasi dari PSSI, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota,” kata Yunus di Kemenpora, Rabu (12/8).

Menurut Yunus, rekomendasi PSSI diperlukan untuk memastikan pertandingan berlangsung sesuai regulasi. Salah satunya memastikan perangkat pertandingan yang bertugas memiliki lisensi, dan memahami aturan permainan.

Ia menilai mekanisme tersebut penting untuk meminimalkan persoalan di lapangan, sekaligus menjaga pertandingan sepak bola tetap berlangsung aman dan profesional.

Insiden di Bogor menjadi pengingat bahwa pertandingan sepak bola antarkampung tidak cukup hanya mengandalkan semangat kompetisi. Aspek keamanan, legalitas penyelenggaraan, dan kompetensi perangkat pertandingan juga harus diperhatikan.(cok/yy/dye)

Editor : Arief M
pssi tarkam