Dapat Restu FIFA, Supporter Liga Indonesia Kini Boleh Away Lagi

admin • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 16:14 WIB
TIDAK RUSUH: Bonek saat sambut Jakmania di laga Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta. Suporter kembali diperbolehkan hadir di laga tandang. (Persebaya Surabaya)
TIDAK RUSUH: Bonek saat sambut Jakmania di laga Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta. Suporter kembali diperbolehkan hadir di laga tandang. (Persebaya Surabaya)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, JAKARTA - Suporter tim tamu kembali mendapat ruang untuk hadir dalam pertandingan tandang pada kompetisi Super League 2026/2027. Kebijakan ini mengakhiri pembatasan yang diberlakukan setelah Tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022.

Tragedi tersebut menewaskan 135 orang, dan menjadi titik penting dalam transformasi sepak bola Indonesia. Sejak saat itu, suporter tim tamu tidak diperbolehkan hadir dalam laga tandang.

Kini, akses tersebut dibuka kembali setelah evaluasi terhadap penyelenggaraan kompetisi, dan perilaku suporter dalam setahun terakhir. Direktur Utama I.League, Ferry Paulus mengatakan kondisi suporter dinilai semakin kondusif. “Bisa dibilang beberapa persoalan terkait supporter away ini sangat minim. Dengan dasar itu, kami coba mengajukan proposal ke FIFA. Dan, FIFA memberikan restu,” ujar Ferry.

Meski demikian, kebijakan tersebut tidak berlaku mutlak. Pertandingan dengan tingkat rivalitas tinggi tetap dapat diberlakukan pembatasan berdasarkan pemetaan keamanan dan perizinan kepolisian.

Ferry menyebut duel Persija Jakarta versus Persib Bandung serta Arema FC melawan Persebaya Surabaya sebagai contoh laga yang tetap berpotensi mendapat pembatasan. “Semua kebijakan diserahkan kepada pemangku kepentingan,” katanya.

Pentolan Bonek, Husin Ghozali menyambut perubahan tersebut. Menurutnya, dinamika dunia suporter membuat aturan mengenai kehadiran suporter tandang harus mempertimbangkan kondisi di lapangan.

Di luar laga yang masuk kategori berisiko tinggi, klub dan suporter tetap wajib mematuhi sejumlah ketentuan yang ditetapkan I.League. Kepatuhan tersebut menjadi kunci agar kebijakan suporter tandang dapat terus diberlakukan pada musim-musim berikutnya.

Ketua Umum The Jakmania, Muhammad Aditya Putra juga menyambut pencabutan larangan tersebut. Ia menyebut kelompoknya selama ini telah melakukan perjalanan tandang dan menerima kedatangan suporter tamu dengan kondisi yang berjalan lancar. “Alhamdulillah, akhirnya larangan away sudah dicabut. Selama ini The Jakmania sudah menjalankan perjalanan tandang dan menerima supporter tandang dan semua dalam keadaan lancar,” ujarnya.

I.League juga telah menyampaikan berbagai batasan dan larangan yang harus dipatuhi suporter. Aturan tersebut diharapkan menjadi pedoman agar kebijakan suporter tandang dapat berlangsung secara berkelanjutan.

“Kami sudah share apa saja barrier yang harus dipatuhi, serta apa saja larangan yang harus dijaga. Sehingga, kontinuitas supporter away ini bisa terus terjaga,” jelas Aditya.

Tiket Suporter Tandang Lewat Sobat Liga

Untuk mendukung penerapan kebijakan tersebut, I.League menyiapkan sistem pembelian tiket melalui aplikasi Sobat Liga. Sistem ini telah diverifikasi kepolisian, dan menjalani beberapa kali uji coba.

Penggunaan sistem tersebut menjadi bagian dari upaya mengatur mobilitas suporter sejak proses pembelian tiket. Kehadiran pendukung tim tamu diharapkan menjadi lebih terdata dan terorganisir.

Ferry menilai kehadiran suporter tandang juga dapat memberikan keuntungan bagi klub, sekaligus meningkatkan atmosfer kompetisi. “Kami juga pede untuk membuka atau memberi ruang kepada klub supaya bisa mendapatkan benefit dan exposure. Dan, yang tidak kalah penting, tentunya supporter away ini bisa memberi daya saing serta tekanan bagi klub itu sendiri,” pungkasnya.(gus/fik/yy/dye)

 

Editor : Arief
liga indonesia supporter