RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarmasin– Kompetisi sesungguhnya dimulai jauh sebelum peluit kick-off Piala Soeratin berbunyi.
Di Lapangan Kayu Tangi, Banjarmasin, Sabtu (1/8/2026), 44 pemain muda terbaik masih berjuang mati-matian memperebutkan tempat di skuad resmi Persatuan Sepak Bola Banjarmasin (Peseban) untuk Piala Soeratin U-17 Kalimantan Selatan 2026.
Angka 44 itu sendiri sudah berbicara tentang ketatnya persaingan. Pada hari pertama seleksi terbuka, tak kurang dari 120 pemain muda dari berbagai penjuru Kalimantan Selatan mendaftarkan diri.
Memasuki hari kedua, tim pelatih Peseban memangkas separuh lebih daftar itu — hanya menyisakan mereka yang benar-benar layak untuk melanjutkan proses menuju skuad akhir.
Pelatih Peseban, Bambang Hermawan, menjelaskan bahwa perjalanan seleksi belum berakhir. 44 pemain yang tersisa masih harus melewati satu tahapan paling menentukan: sesi latihan bersama yang akan menjadi penilaian akhir sebelum 30 nama resmi dikunci.
"Hari ini, mereka sudah masuk menu latihan, tetapi tetap ada pencoretan hingga tersisa sekitar 30 pemain yang akan memperkuat Peseban," ujar Bambang, Minggu (2/8/2026)
Ia menegaskan, penilaian tidak semata bertumpu pada kilap performa individu di lapangan. Ada hal-hal yang tidak kalah krusial yang menjadi bahan pertimbangan tim pelatih.
Yakni, seberapa baik mendengar dan menjalankan instruksi. Kemudian, bagaimana membangun kerja sama dalam tim, serta sejauh mana mampu beradaptasi dengan pola permainan yang akan diterapkan Peseban.
"Kalau mereka tidak bisa menjalankan menu latihan atau tidak klop dengan tim, tentu akan kami evaluasi dan bisa saja digugurkan," tegasnya.
Dari 44 nama yang bertahan, Bambang mengungkapkan ada perpaduan menarik antara pemain lama dan wajah-wajah baru yang mencuri perhatian.
Sejumlah pemain yang pernah memperkuat Peseban di Piala Soeratin musim lalu maupun tampil di Popda tahun ini masih mendominasi di berbagai posisi — sayap, bek sayap, bek tengah, hingga gelandang. Namun talenta-talenta baru yang hadir pun tidak bisa dipandang sebelah mata.
"Ada beberapa pemain lama yang masih mendominasi, tetapi banyak juga pemain baru yang kualitasnya sangat baik. Sekarang kami sudah memiliki bayangan tim," jelas Bambang.
Ketua Peseban, H. Hermansyah, mengapresiasi tingginya partisipasi pemain muda dalam seleksi terbuka ini. Baginya, ratusan pemain yang rela hadir dan bersaing adalah bukti nyata bahwa ekosistem sepak bola usia muda di Banjarmasin terus tumbuh dengan sehat.
Kepada para pemain yang belum berhasil melanjutkan perjalanan di seleksi kali ini, Hermansyah berpesan agar tidak patah semangat. Peseban bersama Asosiasi Kota (Askot) PSSI Banjarmasin akan terus menghadirkan ruang-ruang kompetisi dan pembinaan yang bisa menjadi tangga bagi mereka untuk berkembang.
"Bagi pemain yang belum berkesempatan lolos, jangan berkecil hati karena masih banyak ajang yang akan digelar Peseban bersama Askot PSSI Banjarmasin sebagai wadah pembinaan usia muda," pesannya.
Lebih dari sekadar mencari pemain untuk satu turnamen, Hermansyah menegaskan bahwa seluruh proses seleksi ini adalah bagian dari visi jangka panjang Peseban dalam membangun sepak bola Banjarmasin dan Kalimantan Selatan dari akar yang paling dalam.
"Harapan kami, dari seleksi ini lahir pemain-pemain yang bisa membawa nama daerah, bahkan nantinya tampil di tingkat nasional maupun internasional. Sepak bola adalah pemersatu masyarakat, sehingga pembinaan ini kami lakukan demi kemajuan sepak bola Kalsel, khususnya Kota Banjarmasin," pungkas Hermansyah.
Editor : Sutrisno