FIFA Dikritik Keras Presiden La Liga, Gianni Infantino Diminta Mundur

admin • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 21:29 WIB
KRITIK FIFA: Presiden La Liga, Javier Tebas lontarkan kritik tajam terhadap FIFA. 
(AFP) 
KRITIK FIFA: Presiden La Liga, Javier Tebas lontarkan kritik tajam terhadap FIFA.  (AFP) 

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, MADRID - Javier Tebas kembali melontarkan kritik tajam terhadap FIFA. Presiden La Liga itu secara terbuka meminta Gianni Infantino mengakhiri masa kepemimpinan karena menilai berbagai kebijakan yang diambil telah merugikan sepak bola secara keseluruhan.

Pernyataan tersebut disampaikan Tebas dalam wawancara dengan media Italia La Gazzetta dello Sport. Menurut dia, FIFA saat ini lebih mengutamakan kepentingan turnamen Piala Dunia dibandingkan menjaga keseimbangan kompetisi sepak bola di berbagai negara.

Saat ditanya apakah Infantino sebaiknya mundur dari kursi Presiden FIFA, Tebas memberikan jawaban singkat namun tegas. "Menurut saya, ya. Masa jabatannya sudah habis," kata dia.

Meski demikian, Tebas mengakui peluang pergantian kepemimpinan di FIFA sangat kecil. Dia menilai sistem pemilihan presiden FIFA membuat hampir tidak ada kandidat yang berani maju untuk menantang Infantino.

Menurut Tebas, banyak federasi sebenarnya tidak sepakat dengan sejumlah keputusan FIFA, tetapi memilih diam karena kondisi politik di dalam organisasi tersebut. 

Selain menyoroti kepemimpinan Infantino, Tebas juga mengungkit kontroversi yang melibatkan penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun. Penundaan sanksi terhadap pemain tersebut pada Piala Dunia 2026 dinilai sebagai keputusan yang mencederai kredibilitas FIFA.

Dia bahkan menyebut FIFA beruntung Amerika Serikat gagal melangkah lebih jauh setelah disingkirkan Belgia. Jika tidak, persoalan tersebut diyakini bisa berkembang menjadi krisis yang lebih besar bagi organisasi sepak bola dunia itu.

Kritik lain yang disampaikan Tebas berkaitan dengan rencana FIFA memperluas peserta Piala Dunia menjadi 64 negara. Menurut dia, penambahan jumlah tim bukan solusi untuk mengembangkan sepak bola.

 

Dia menilai kompetisi domestik justru menjadi fondasi utama industri sepak bola karena berlangsung sepanjang musim, menciptakan lapangan pekerjaan, dan menjadi sumber pendapatan bagi klub.

"Sepak bola bukan hanya Piala Dunia. Liga-liga domestik juga harus dilindungi," tegas Dia.

Tebas juga mempertanyakan kebijakan FIFA yang menerapkan jeda minum wajib selama tiga menit di setiap pertandingan Piala Dunia 2026. Menurut dia, beberapa stadion justru memiliki suhu yang sejuk sehingga alasan menjaga kondisi pemain dianggap tidak relevan.

Dia menduga jeda tersebut lebih banyak dimanfaatkan untuk kepentingan komersial, termasuk memberikan ruang tambahan bagi tayangan iklan selama pertandingan berlangsung. Tak hanya itu, Tebas ikut menyoroti durasi turun minum final Piala Dunia 2026 yang diperpanjang menjadi lebih dari 27 menit demi menghadirkan pertunjukan musik. 

Baginya, keputusan tersebut kembali menunjukkan bahwa FIFA lebih mengutamakan aspek hiburan dibanding menjaga ritme pertandingan. Hingga kini, FIFA belum memberikan tanggapan resmi atas berbagai kritik yang disampaikan Presiden La Liga tersebut. 

Namun, pernyataan Tebas diperkirakan akan kembali memanaskan hubungan antara pengelola liga-liga Eropa dengan badan sepak bola dunia.

Editor : Arief
FIFA liga spanyol