RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, AMERIKA – Tak hanya memperebutkan juara Piala Dunia. Persaingan memperebutkan gelar Sepatu Emas Piala Dunia 2026 dipastikan menjadi salah satu cerita paling menarik menjelang babak semifinal. Dua megabintang dunia, Kylian Mbappe dan Lionel Messi, kini berdiri sejajar di puncak daftar pencetak gol sementara dengan koleksi delapan gol.
Meski memiliki jumlah gol yang sama, Mbappe untuk sementara berhak menempati posisi teratas berkat keunggulan produktivitas assist. Penyerang Prancis itu telah membukukan delapan gol dan tiga assist dalam enam pertandingan atau 563 menit bermain. Sementara, Messi yang menjadi motor serangan Argentina, juga mengoleksi delapan gol disertai dua assist dari total 607 menit penampilan.
Dengan Prancis dan Argentina sama-sama berhasil melangkah ke semifinal, persaingan kedua pemain dipastikan masih akan berlanjut. Mbappe berpeluang menambah pundi-pundi gol saat membawa Les Bleus menghadapi Spanyol, sedangkan Messi akan memimpin Argentina dalam duel klasik melawan Inggris.
Duel keduanya tidak hanya menjadi perebutan gelar pencetak gol terbanyak, tetapi juga mempertemukan dua ikon sepak bola dari generasi berbeda yang sama-sama berambisi menutup turnamen dengan mengangkat trofi juara dunia.
Mbappe tampil sebagai mesin gol utama Prancis sepanjang turnamen. Selain tajam di depan gawang, kecepatan, pergerakan tanpa bola, dan kemampuannya menciptakan peluang membuat perannya semakin vital bagi Les Bleus. Tiga assist yang telah ia ciptakan menjadi bukti bahwa kontribusinya tidak hanya diukur dari jumlah gol.
Sementara itu, Messi kembali menunjukkan kualitasnya sebagai pemimpin Argentina. Di usia 39 tahun, kapten Albiceleste tetap menjadi pusat permainan tim. Delapan gol dan dua assist yang dibukukannya menjadi bukti bahwa sentuhan magis sang peraih delapan Ballon d'Or belum memudar.
Meski bersaing di papan atas, Mbappe menegaskan dirinya tidak terlalu memikirkan persaingan individu. Penyerang Real Madrid itu mengaku lebih mengutamakan keberhasilan Prancis melaju hingga menjadi juara dunia. "Saya tidak melihat daftar top skor secara egois. Saya yakin Leo Messi masih akan mencetak lebih banyak gol. Target utama saya adalah membawa Prancis melangkah sejauh mungkin dan meraih gelar juara, bukan mengejar pencapaian individu," ujar Mbappe.
Messi juga menunjukkan pandangan serupa. Baginya, jumlah gol hanya akan berarti apabila mampu membawa Argentina meraih kemenangan. "Menulis sejarah baru di turnamen ini selalu terasa istimewa. Namun yang paling penting adalah bagaimana gol-gol tersebut membantu tim memenangkan pertandingan," kata Messi.
Di belakang dua pemain tersebut, nama Erling Haaland masih menempati posisi ketiga dengan koleksi tujuh gol. Sayangnya, peluang striker Norwegia itu menambah torehan gol telah tertutup setelah timnya tersingkir di babak perempat final oleh Inggris.
Persaingan kemudian berlanjut dengan dua pemain Inggris, Harry Kane dan Jude Bellingham, yang sama-sama telah mencetak enam gol. Keduanya masih memiliki peluang besar mengejar Mbappe dan Messi apabila mampu tampil tajam saat menghadapi Argentina di semifinal.
Bellingham datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah menjadi penentu kemenangan Inggris atas Norwegia melalui dua golnya pada babak perempat final. Sementara Kane tetap menjadi tumpuan utama lini depan The Three Lions berkat ketajamannya sepanjang turnamen.
Prancis juga masih memiliki kandidat lain dalam perebutan Sepatu Emas melalui Ousmane Dembele. Penyerang Paris Saint-Germain itu telah mengemas lima gol dan berpotensi memangkas jarak apabila mampu tampil produktif saat menghadapi Spanyol.
Dengan maksimal dua pertandingan tersisa bagi tim yang berhasil mencapai semifinal, perebutan gelar pencetak gol terbanyak diprediksi baru akan ditentukan hingga partai final. (bir/mof)
Editor : Arief