Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Norwegia vs Inggris, Duel Dua Mesin Gol

M Idris Jian Sidik • Sabtu, 11 Juli 2026 | 17:02 WIB
Foto ilustrasi Harry Kane vs Erling Haaland. (Foto: Gemini/Google)
Foto ilustrasi Harry Kane vs Erling Haaland. (Foto: Gemini/Google)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, MIAMI – Panggung perempat final Piala Dunia 2026 di Stadion Miami, Minggu (12/7), bukan sekadar laga hidup-mati antara Norwegia dan Inggris. Pertemuan ini juga menjadi duel dua mesin gol. Erling Haaland dan Harry Kane.

Haaland datang sebagai simbol kejutan Norwegia, ia menjadi mesin gol yang menyingkirkan Pantai Gading dan Brasil. Sementara Kane, kapten Inggris yang kini berkarier di Bayern Munchen itu, menjadi penentu kemenangan dramatis atas Republik Demokratik Kongo dan Meksiko.

Bagi Norwegia, pencapaian hingga babak perempat final sudah menjadi tonggak bersejarah. Sepanjang keikutsertaan mereka di Piala Dunia, tim berjuluk Løvene itu belum pernah melangkah sejauh ini. Di bawah arahan Stale Solbakken, mereka berhasil mematahkan berbagai prediksi dengan permainan disiplin, efektif, dan penuh kepercayaan diri.

Perjalanan Norwegia dimulai dengan status runner-up Grup I di bawah Prancis. Namun, performa mereka justru meningkat memasuki fase gugur. Pantai Gading menjadi korban pertama setelah Erling Haaland mencetak gol kemenangan pada menit-menit akhir babak 32 besar.

Momentum tersebut berlanjut ketika mereka menghadapi Brasil di babak 16 besar. Dua gol Haaland membawa Norwegia menumbangkan juara dunia lima kali itu dengan skor 2-1 sekaligus mengamankan tiket bersejarah menuju delapan besar.

Ketajaman Haaland menjadi salah satu cerita terbesar sepanjang turnamen. Penyerang Manchester City itu telah mengemas tujuh gol dari lima pertandingan dan kini memimpin daftar pencetak gol sementara bersama Lionel Messi serta Kylian Mbappe dalam persaingan memperebutkan Sepatu Emas Piala Dunia 2026.

Di sisi lain, Inggris kembali menunjukkan mental juara yang selama ini menjadi ciri khas mereka di bawah arahan Thomas Tuchel. The Three Lions lolos sebagai juara Grup L setelah mengungguli Kroasia, Ghana, dan Panama.

Langkah Inggris menuju perempat final juga dipenuhi drama. Pada babak 32 besar, mereka sempat tertinggal dari Republik Demokratik Kongo sebelum Harry Kane mencetak dua gol pada menit-menit akhir untuk membalikkan keadaan menjadi kemenangan 2-1.

Drama kembali terjadi ketika menghadapi tuan rumah bersama, Meksiko, di babak 16 besar. Bermain dengan 10 pemain hampir sepanjang babak kedua, Inggris tetap mampu mengamankan kemenangan 3-2 berkat dua gol Jude Bellingham dan satu gol Harry Kane.

Keberhasilan tersebut membawa Inggris menembus babak perempat final Piala Dunia untuk ke-11 kalinya. Sebelumnya mereka tiga kali mencapai semifinal, yakni saat menjadi juara dunia pada 1966, kemudian pada edisi 1990 dan 2018.

Kini, Inggris membawa misi menghapus kekecewaan empat tahun lalu setelah langkah mereka dihentikan Prancis di babak yang sama.

Pertemuan di Miami juga menghadirkan banyak duel menarik antarpemain yang setiap pekan saling berhadapan di Premier League. Haaland akan kembali bertemu rekan-rekannya di Manchester City seperti John Stones dan Nico O'Reilly, sementara kapten Norwegia Martin Odegaard akan berhadapan dengan dua pemain Arsenal, Declan Rice dan Bukayo Saka.

Secara keseluruhan, sembilan pemain dalam skuad Norwegia saat ini berkarier di Liga Inggris. Pengalaman tersebut membuat mereka sangat memahami karakter permainan para pemain Inggris.

Meski demikian, kedua negara belum pernah saling bertemu di putaran final Piala Dunia. Secara keseluruhan mereka telah berjumpa sebanyak 12 kali di berbagai ajang. Pertemuan terakhir berlangsung dalam laga persahabatan di Wembley pada 2014 yang dimenangkan Inggris 1-0 melalui gol penalti Wayne Rooney.

Pelatih Norwegia, Stale Solbakken, menyadari kualitas individu yang dimiliki Inggris. Menurutnya, banyak pemain kedua tim sudah saling mengenal karena sama-sama berkompetisi di Premier League. Namun, ia menilai hal itu bukanlah faktor penentu hasil pertandingan.

"Saya tidak tahu apakah itu menjadi keuntungan. Memang beberapa pemain kami sudah sering menghadapi pemain-pemain Inggris, tetapi itu bukan jaminan apa pun," ujarnya.

Pelatih berusia 58 tahun itu bahkan menilai dua pemain paling berbahaya milik Inggris justru tidak bermain di Premier League. Mereka adalah, Harry Kane yang memperkuat Bayern Munchen serta Jude Bellingham bersama Real Madrid. "Dua pemain terbaik Inggris mungkin justru bermain di luar Liga Inggris. Mereka bermain di Spanyol dan Jerman, sehingga sudut pandangnya juga bisa berbeda," katanya.

Solbakken mengaku kemenangan atas Brasil telah memberikan suntikan kepercayaan diri yang luar biasa bagi anak asuhnya. "Kemenangan itu membuat kami semakin percaya diri. Namun setiap pertandingan memiliki ceritanya sendiri dan harus dimainkan dengan cara yang berbeda," ucapnya.

Ia juga menepis anggapan bahwa Norwegia masih dipandang sebelah mata di turnamen ini. "Saya rasa tidak ada lagi tim yang meremehkan kami. Semua melakukan analisis dengan sangat detail. Tidak ada rahasia lagi, begitu pula untuk pertandingan melawan Inggris nanti," imbuhnya.

Sementara, pelatih Inggris Thomas Tuchel menghadapi sejumlah persoalan menjelang laga penting ini. Kondisi Declan Rice masih menjadi perhatian setelah gelandang Arsenal tersebut mengalami masalah kebugaran dan harus menjalani sesi latihan terpisah.

Tuchel mengakui pihaknya akan mengambil keputusan secara hati-hati mengingat pentingnya peran Rice sebagai pengatur keseimbangan lini tengah.

Selain itu, pelatih asal Jerman tersebut juga masih mempertimbangkan komposisi terbaik di sektor pertahanan, khususnya posisi bek kanan, guna mengantisipasi kecepatan serangan balik Norwegia.

Tuchel secara khusus memberi perhatian terhadap performa Erling Haaland yang sedang berada dalam performa terbaiknya sepanjang turnamen. "Haaland adalah salah satu penyerang terbaik di dunia saat ini. Kami harus membatasi ruang geraknya dan tidak membiarkannya mendapatkan banyak peluang," ungkap Tuchel.

Ia juga mengingatkan anak asuhnya agar tidak lengah terhadap kekompakan Norwegia yang diperkuat banyak pemain berpengalaman di Premier League. "Kami mengenal mereka dengan sangat baik. Mereka adalah tim yang disiplin, berani, dan memiliki transisi yang sangat cepat. Kami harus bermain dengan konsentrasi penuh selama 90 menit jika ingin melaju ke semifinal," tegasnya. 

Editor: Oscar Fraby

Editor : Arief
#timnas inggris #piala dunia 2026 #Erling Haaland #harry kane #timnas norwegia