RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, WASHINGTON - Presiden FIFA, Gianni Infantino terancam menghadapi penyelidikan dari Komite Olimpiade Internasional (IOC) setelah FairSquare mengumumkan akan mengajukan pengaduan resmi terkait dugaan pelanggaran prinsip netralitas politik.
FairSquare adalah organisasi nirlaba yang menggabungkan penelitian hak asasi manusia (HAM) dengan advokasi untuk mendorong perubahan sistemik.
Mereka fokus pada isu-isu seperti migrasi tenaga kerja terutama pekerja migran bergaji rendah, represi politik, dan HAM dalam industri olahraga internasional termasuk mengawasi kebijakan FIFA.
Dikutip dari Reuters, Kamis (9/7), FairSquare menilai Infantino berulang kali menunjukkan dukungan terbuka kepada Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, sehingga dianggap melanggar kewajiban bersikap netral sebagai pejabat FIFA sekaligus anggota IOC.
Infantino diketahui menjadi anggota IOC sejak 2020. Langkah FairSquare tersebut memperpanjang perselisihan mereka dengan FIFA.
Sebelumnya, pada Desember 2025, organisasi itu telah mengajukan laporan kepada Komite Etik FIFA dengan menuding Infantino beberapa kali "menyatakan dukungan publik terhadap tindakan dan kebijakan Donald Trump".
Dalam laporan tersebut, FairSquare juga meminta Komite Etik FIFA menyelidiki pembentukan FIFA Peace Prize, termasuk keputusan memberikan penghargaan perdana itu kepada Trump saat acara undian Piala Dunia.
Menurut FairSquare, perlu dipastikan apakah keputusan tersebut diambil oleh Dewan FIFA atau justru merupakan keputusan sepihak dari Infantino.
"Apabila Tuan Infantino bertindak secara sepihak tanpa kewenangan berdasarkan statuta FIFA, maka hal itu merupakan bentuk penyalahgunaan kekuasaan yang sangat serius," demikian isi pengaduan FairSquare.
FairSquare menilai, tindakan Infantino melanggar Pasal 15 Kode Etik FIFA yang mengatur kewajiban setiap pejabat FIFA untuk tetap netral dalam urusan politik ketika menjalankan tugas resmi.
Dalam aturan tersebut, pelanggaran dapat dikenai sanksi berupa denda minimal 10.000 franc Swiss atau sekitar 12.378 dollar AS, hingga larangan berkecimpung dalam aktivitas sepak bola selama maksimal dua tahun.
Sejumlah media telah menghubungi FIFA untuk meminta tanggapan, namun hingga berita ini ditulis belum ada respons dari badan sepak bola dunia tersebut.
Editor : Arief