Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Menang Susah Payah atas Kongo, Inggris Melaju ke Babak 16 Besar Piala Dunia 2026

M Idris Jian Sidik • Jumat, 3 Juli 2026 | 13:32 WIB
Harry Kane menjadi penyelamat Timnas Inggris
Harry Kane menjadi penyelamat Timnas Inggris

 

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN - Tim Nasional Inggris memastikan langkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026, setelah melewati ujian berat saat menghadapi Republik Demokratik Kongo, di Atlanta Stadion, Kamis (2/7) pagi Wita.

Sempat tertinggal sejak awal pertandingan, The Three Lions menunjukkan mental juara dengan membalikkan keadaan dan menang 2-1.

Kemenangan tersebut mengantarkan skuad asuhan Thomas Tuchel bertemu tuan rumah Meksiko pada babak 16 besar, yang akan dimainkan di Stadion Azteca, Mexico City, 6 Juli mendatang.

Inggris sempat dikejutkan oleh permainan agresif RD Kongo. Pertandingan baru berjalan tujuh menit, Brian Cipenga mencatatkan namanya di papan skor. Berawal dari umpan silang Chancel Mbemba, Cipenga yang berdiri tanpa kawalan di sisi kiri kotak penalti melepaskan sepakan mendatar yang gagal diantisipasi Jordan Pickford.

Gol tersebut menjadi gol internasional pertama Cipenga sekaligus membuat RD Kongo yang untuk pertama kalinya tampil di fase gugur Piala Dunia bermain semakin percaya diri.

Tertinggal cepat, membuat Inggris meningkatkan intensitas serangan. Jude Bellingham dua kali memaksa penjaga gawang Lionel Mpasi-Nzau melakukan penyelamatan gemilang melalui sundulan berbahaya. Marcus Rashford juga nyaris menyamakan kedudukan. Namun, tendangannya berhasil disapu Aaron Wan-Bissaka tepat di garis gawang.

Harry Kane pun memperoleh peluang emas menjelang turun minum melalui tendangan voli jarak dekat hasil sepak pojok. Tetapi Mbasi kembali tampil luar biasa dengan menggagalkan peluang tersebut.

Di sisi lain, RD Kongo hampir menggandakan keunggulan ketika Yoane Wissa menyambut umpan rendah Wan-Bissaka. Beruntung bagi Inggris, bola hanya membentur tiang gawang.

Memasuki babak kedua, Thomas Tuchel melakukan perubahan yang terbukti menjadi titik balik pertandingan. Masuknya Anthony Gordon di sektor sayap memberi dimensi baru dalam serangan Inggris.

Perubahan itu langsung membuahkan hasil pada menit ke-75. Gordon mengirimkan umpan silang akurat yang disambut Harry Kane dengan sundulan tajam untuk mengubah skor menjadi 1-1.

Momentum pun sepenuhnya berbalik ke kubu Inggris. Tak lama berselang, Kane kembali menunjukkan kualitasnya sebagai kapten sekaligus mesin gol tim. Penyerang Bayern Munchen itu berhasil melepaskan diri dari kawalan bek lawan sebelum melepaskan tembakan keras ke tiang dekat yang tak mampu dihentikan Mpasi. Memastikan kemenangan dramatis 2-1 bagi Inggris.

Gol tersebut menjadi gol ke-12 Kane sepanjang penampilannya di putaran final Piala Dunia.

Kemenangan itu juga memperpanjang dominasi Inggris atas wakil Afrika di ajang Piala Dunia. Dari sembilan pertemuan sepanjang sejarah, The Three Lions belum pernah sekalipun menelan kekalahan.

Menjadi pahlawan, Kane mengungkapkan kemenangan atas Kongo tidak mudah diraih oleh The Three Lions. "Jujur saja, rasanya luar biasa. Pertandingan yang gila melawan tim yang tangguh dan terorganisir dengan baik," ujar Kane.

Sementara, Thomas Tuchel menilai kemenangan itu lebih banyak ditentukan oleh karakter dan mentalitas para pemainnya. Menurut pelatih asal Jerman tersebut, skuad Inggris tidak pernah kehilangan keyakinan meski tertinggal sejak awal laga.

"Sangat mudah bagi sebuah tim untuk menyerah dan menerima anggapan bahwa sejarah akan terulang. Tapi saya tidak melihat hal itu dari para pemain saya, dan itu pertanda yang sangat baik," ujarnya.

Ia menilai kemampuan bangkit dari tekanan merupakan modal penting menghadapi pertandingan-pertandingan berikutnya yang dipastikan akan semakin berat.

Bagi Tuchel, kemenangan atas RD Kongo menjadi bukti bahwa Inggris memiliki kedewasaan dalam mengelola pertandingan, termasuk saat situasi tidak berjalan sesuai rencana.

Menjelang laga besar melawan tuan rumah Meksiko, Tuchel melontarkan permintaan unik kepada masyarakat Inggris, khususnya para orang tua. Ia berharap anak-anak tetap diberi kesempatan menyaksikan perjuangan tim nasional mereka meski harus mengorbankan waktu tidur.

"Tuliskan surat izin untuk sekolah dan biarkan mereka menonton. Sekolah akan selalu ada setiap hari, tetapi Piala Dunia hanya datang setiap empat tahun sekali," kata Tuchel.

Ia meyakini dukungan masyarakat, termasuk generasi muda, akan menjadi tambahan energi bagi Harry Kane dan kolega. "Kami akan memainkan pertandingan besar dalam beberapa hari lagi dan kami membutuhkan dukungan semua orang, terutama anak-anak," tandasnya. 

Editor: Oscar Fraby

Editor : Arief
#Timnas Kongo #timnas inggris #harry kane #piala dunia