Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Lawan Swedia, Ujian Tim Bertabur Bintang Les Blues di Panggung Besar yang Dinantikan

M Oscar Fraby • Selasa, 30 Juni 2026 | 12:08 WIB
Ousmane Dembele
Ousmane Dembele

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, NEW YORK – Timnas Swedia akan tampil sebagai underdog saat menghadapi Prancis pada babak 32 besar Piala Dunia 2026, di New York New Jersey Stadium, Rabu (1/7) pagi. Asisten pelatih Sebastian Larsson maupun kapten Viktor Gyokeres menegaskan keyakinan bahwa kejutan tetap mungkin terjadi, meski lawan yang dihadapi adalah salah satu favorit juara.

Swedia melangkah ke fase gugur dengan perjuangan berat. Mereka lolos lewat jalur playoff setelah finis di posisi terbawah grup kualifikasi. Di fase grup, Swedia menghancurkan Tunisia 5-1, kalah dengan skor sama dari Belanda, lalu memastikan tiket sebagai salah satu peringkat ketiga terbaik berkat hasil imbang 1-1 melawan Jepang di Dallas.

Sebaliknya, Prancis datang dengan kepercayaan diri tinggi. Les Bleus menyapu bersih tiga laga grup, termasuk kemenangan telak 4-1 atas Norwegia, dan menatap babak knockout sebagai juara grup dengan catatan sempurna. Lini depan mereka yang diisi Kylian Mbappe, Ousmane Dembele, dan Michael Olise menjadi ancaman serius bagi pertahanan Swedia.

Penampilan gemilang Dembele, yang mencetak hattrick saat melawan Norwegia, menunjukkan bahwa Les Bleus tidak hanya bergantung pada Mbappe. Kedalaman skuad menjadi salah satu alasan mengapa mereka difavoritkan meraih gelar juara dunia.

Larsson, yang pernah mencetak gol ke gawang Prancis di Euro 2012, menilai pengalaman masa lalu memberi keyakinan tersendiri. “Kami pernah menyingkirkan tim besar sebelumnya. Itu memberi saya kepercayaan, baik untuk diri saya maupun semoga juga untuk para pemain,” ujarnya.

Nada serupa disampaikan Gyokeres. Penyerang Arsenal itu menegaskan Swedia harus tampil hampir sempurna dalam bertahan. “Kami harus berada di level terbaik, organisasi pertahanan kami harus hampir sempurna, dan tentu saja memanfaatkan peluang yang akan kami dapatkan,” katanya.

Pelatih Graham Potter menyebut duel melawan Prancis sebagai panggung besar yang mereka nantikan. “Ini akan menjadi pertandingan luar biasa, pengalaman yang tidak bisa lebih besar dari itu. Bermain melawan Prancis pada babak gugur Piala Dunia adalah momen spesial,” ujarnya.

Sementara, Asisten pelatih Prancis, Guy Stephan yang menggantikan sementara Didier Deschams karena pulang ke negaranya menyusul wafatnya sang ibu, menegaskan meski tampil impresif di babak penyisihan grup, timnya belum tampil sempurna.

Ia menilai masih ada beberapa aspek permainan yang perlu diperbaiki mengingat lawan yang akan dihadapi pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 dipastikan semakin berat. “Meski begitu, ada juga beberapa momen ketika kami belum tampil sebaik yang kami inginkan, dan itu harus kami benahi. Semakin jauh kami melaju di turnamen ini, lawan yang dihadapi semakin kuat," tutur Stephan.

Ia mengingatkan para pemain agar tidak cepat berpuas diri. Setelah menikmati kemenangan tersebut, fokus tim akan segera dialihkan untuk mempersiapkan laga berikutnya, termasuk menyambut kembalinya pelatih kepala Didier Deschamps ke sesi latihan,” ujarnya.

Editor : Arief
#timnas swedia #piala dunia #timnas prancis