Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Main Imbang Tanpa Gol Melawan Inggris, Pelatih Timnas Ghana Sebut Petugas VAR Piala Dunia 2026 Pergi Ngopi

Sutrisno • Kamis, 25 Juni 2026 | 20:08 WIB
DIHALANGI: Pemain Timnas Ghana, Prince Adu dihalangi oleh Ezri Konsa dari timnas Inggris di kotak penalti pada laga Grup L Piala Dunia FIFA 2026, Rabu (24/6) di Foxborough, Massachusetts.
(AFP/MATTIA OZBOT)
DIHALANGI: Pemain Timnas Ghana, Prince Adu dihalangi oleh Ezri Konsa dari timnas Inggris di kotak penalti pada laga Grup L Piala Dunia FIFA 2026, Rabu (24/6) di Foxborough, Massachusetts. (AFP/MATTIA OZBOT)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, FOXBOROUGH - Pelatih timnas Ghana, Carlos Queiroz melontarkan kritik bernada satir terhadap penggunaan Video Assistant Referee (VAR) setelah timnya bermain imbang 0-0 melawan Inggris pada laga Grup L Piala Dunia 2026.

Pertandingan Inggris vs Ghana berlangsung di Foxborough, Massachusetts, Amerika Serikat, Rabu (24/6) itu berakhir tanpa gol meski Three Lions mendominasi penguasaan bola sepanjang laga. 

Timnas Inggris mencatat 79 persen penguasaan bola, angka tertinggi yang pernah dicatat sebuah tim tanpa mampu mencetak gol dalam pertandingan Piala Dunia selama 60 tahun terakhir. 

Meski demikian, Ghana merasa dirugikan oleh beberapa keputusan wasit, terutama pada momen-momen akhir pertandingan. 

Ghana mengajukan protes setelah penyerang mereka, Prince Adu, terjatuh akibat tekel bek Inggris Ezri Konsa di dalam kotak penalti. Siaran ulang menunjukkan Konsa melompat dari tanah saat melakukan tekel dan mengenai kaki pemain Ghana. 

Tak lama sebelumnya, Adu juga terlibat benturan dengan kiper Inggris Jordan Pickford. Namun wasit justru memberikan tendangan bebas untuk Inggris. 

Dalam konferensi pers seusai laga, Queiroz mempertanyakan keputusan tersebut dan menyindir perangkat VAR yang bertugas.  "Saya tidak yakin VAR masih bekerja di Piala Dunia. Apakah VAR masih ada? Masih berfungsi?" ujar Queiroz seperti dikutip dari ESPN. 

"Saya punya keraguan karena ada satu penalti lagi yang seharusnya diberikan kepada Ghana. Itu penalti sangat jelas," tambahnya. 

VAR pada pertandingan tersebut dijalankan oleh wasit asal Amerika Serikat Armando Villarreal, sementara pertandingan dipimpin Said Martinez dari Honduras. 

Queiroz kemudian melanjutkan kritiknya dengan nada bercanda. "Kami punya peluang. Sampai pada titik mereka beruntung. Mereka sangat beruntung. Sekali lagi, VAR sedang pergi ngopi. Itu hal yang wajar, saya juga ingin ngopi sesekali. Tetapi itu penalti yang jelas dan kartu merah," tegasnya. 

 

Meski mengkritik keputusan wasit, Queiroz mengakui hasil akhir pertandingan masih bisa diterima kedua tim. Inggris melepaskan 19 tembakan sepanjang pertandingan, sedangkan Ghana hanya mencatat satu percobaan ke gawang. "Pada akhirnya itulah alasan saya mengatakan hasil ini adil," ujarnya. 

Editor : Arief
#timnas Ghana #timnas inggris #piala dunia