RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, MEKSIKO - Tim Nasional Jepang menunjukkan performa impresif saat menghancurkan Tunisia dengan skor telak 4-0 pada laga kedua Grup F Piala Dunia 2026 di Stadion Monterrey, Guadalupe, Meksiko, Minggu (21/6) Siang, Wita.
Kemenangan tersebut menjadi yang pertama bagi Samurai Biru di turnamen ini sekaligus menjaga peluang mereka untuk melaju ke babak gugur. Tampil dominan sejak menit-menit awal pertandingan, Daichi Kamada membuka keunggulan ketika laga baru berjalan empat menit.
Setelah itu, Ayase Ueda mencuri perhatian lewat dua gol yang dicetak pada menit ke-31 dan 84, sementara satu gol lainnya disumbangkan Junya Ito pada menit ke-69.
Kemenangan besar ini menjadi bukti keberhasilan strategi yang diterapkan pelatih Hajime Moriyasu. Ia menilai hasil yang diraih anak asuhnya merupakan buah dari persiapan yang matang serta keberanian bermain agresif sejak awal laga. "Kami melakukan persiapan dengan baik sesuai dengan apa yang ingin kami lakukan dan bermain secara agresif," ujar Moriyasu.
Pelatih berusia 57 tahun itu juga memberikan apresiasi kepada seluruh staf pelatih yang dinilai berperan besar dalam mempersiapkan tim menghadapi Tunisia. "Selama masa persiapan, staf pelatih menjelaskan dengan sangat jelas apa yang harus kami lakukan. Itu membantu para pemain menampilkan kemampuan terbaik mereka di lapangan," katanya.
Kemenangan 4-0 tersebut sekaligus mencatatkan sejarah baru bagi Jepang. Untuk pertama kalinya sejak tampil di Piala Dunia pada 1998, Samurai Biru meraih kemenangan dengan margin empat gol.
Sebelumnya, kemenangan terbesar Jepang di putaran final Piala Dunia hanya terjadi dengan selisih dua gol, yakni saat mengalahkan Tunisia 2-0 pada edisi 2002 dan menundukkan Denmark 3-1 pada Piala Dunia 2010.
Selain mencatat rekor baru, hasil ini juga memperpanjang tren positif Jepang yang kini tidak terkalahkan dalam sembilan pertandingan terakhir di semua ajang, dengan tujuh di antaranya berakhir kemenangan.
Moriyasu turut menyoroti dukungan luar biasa yang diberikan para suporter Jepang yang memadati stadion di Monterrey. Menurutnya, kehadiran para pendukung menjadi energi tambahan bagi para pemain untuk tampil maksimal.
"Banyak pendukung Jepang datang ke Monterrey, menyanyikan lagu kebangsaan bersama kami, dan memberikan dukungan luar biasa sepanjang pertandingan. Dukungan mereka menjadi dorongan yang sangat besar bagi kami," ucapnya.
Tambahan tiga poin membawa Jepang naik ke posisi kedua klasemen sementara Grup F dengan koleksi empat poin. Mereka hanya kalah selisih gol dari Swedia yang berada di puncak klasemen.
Jepang kini menatap laga penentuan melawan Swedia yang akan berlangsung di Dallas. Pertandingan tersebut menjadi kesempatan bagi Samurai Biru untuk menjaga peluang lolos sekaligus melanjutkan ambisi mematahkan kutukan babak 16 besar yang beberapa kali menghentikan langkah mereka di Piala Dunia.
Di kubu Tunisia, pelatih Herve Renard mengakui timnya kalah kelas dari Jepang. Kekalahan telak tersebut sekaligus memastikan wakil Afrika Utara itu tersingkir dari persaingan setelah sebelumnya juga takluk 1-5 dari Swedia pada laga pembuka.
Ia mengaku Tunisia gagal menampilkan performa yang diharapkan. "Ini bukan penampilan yang kami harapkan. Skor pada pertandingan kedua ini memang berat, tetapi itu mencerminkan perbedaan antara kedua tim malam ini," ujar Renard.
Meski kecewa dengan hasil yang diraih, pelatih asal Prancis tersebut meminta para pemainnya tetap menjaga profesionalisme hingga akhir turnamen. Ia menegaskan Tunisia masih memiliki satu pertandingan tersisa melawan Belanda dan harus tetap menunjukkan semangat juang.
"Meski kami sudah tersingkir, kami masih memiliki pertandingan ketiga. Kami berada di Piala Dunia dan harus tetap fokus. Penting bagi kami untuk bersiap bertarung dalam pertandingan terakhir melawan Belanda," katanya.
Editor : Arief