Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Jelang Belanda vs Swedia: Laga Krusial Oranje

M Idris Jian Sidik • Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:59 WIB
Virgil van Dijk. (Foto: liverpoolfc.com)
Virgil van Dijk. (Foto: liverpoolfc.com)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, HOUSTON - Belanda menghadapi laga krusial saat berjumpa Swedia pada pertandingan kedua Grup F Piala Dunia 2026 di Houston Stadium, Amerika Serikat, Minggu (21/6) dinihari Wita . Bagi Oranje, kemenangan menjadi harga mati untuk menjaga peluang lolos ke fase gugur.

Hasil imbang 2-2 melawan Jepang pada laga pembuka lalu, membuat Belanda kini berada di posisi ketiga klasemen sementara dengan satu poin. Sebaliknya, Swedia datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah membantai Tunisia 5-1 dan memuncaki Grup F dengan koleksi tiga poin.

Situasi tersebut membuat kedua tim memiliki misi berbeda. Swedia berpeluang mengamankan tiket ke babak 32 besar lebih cepat jika mampu meraih kemenangan. Sementara Belanda wajib meraih tiga poin agar tidak bergantung pada hasil pertandingan lain di laga terakhir fase grup.

Tekanan pun kini berada di kubu Belanda. Kekalahan akan membuat langkah tim asuhan Ronald Koeman semakin berat. Terlebih mereka masih harus menghadapi Tunisia pada pertandingan penutup grup.

Secara historis, Belanda memiliki catatan lebih baik atas Swedia. Dari 25 pertemuan di berbagai ajang, Oranje membukukan 12 kemenangan, sementara Swedia meraih delapan kemenangan dan lima laga lainnya berakhir imbang.

Namun statistik masa lalu tidak akan banyak berarti dalam pertandingan kali ini. Swedia datang dengan performa yang sedang menanjak, sedangkan Belanda masih berusaha memperbaiki sejumlah kelemahan yang terlihat saat menghadapi Jepang.

Belanda sebenarnya sempat dua kali unggul saat menghadapi Jepang. Namun lemahnya koordinasi pertahanan membuat keunggulan tersebut gagal dipertahankan hingga peluit akhir.

Virgil van Dijk kembali akan menjadi tumpuan di jantung pertahanan bersama Micky van de Ven. Sementara Denzel Dumfries dan Nathan Ake diperkirakan mengisi sektor bek sayap.

Di lini tengah, Koeman kemungkinan tetap mengandalkan kombinasi Ryan Gravenberch, Frenkie de Jong, dan Tijjani Reijnders untuk mengontrol permainan. Sedangkan lini depan akan dipercayakan kepada Memphis Depay, Cody Gakpo, dan Noa Lang.

Belanda juga harus mewaspadai ancaman dari lini kedua Swedia. Saat menghadapi Tunisia, sejumlah pemain seperti Yasin Ayari, Benjamin Nygren, Alexander Bernhardsson, dan Gabriel Gudmundsson mampu memberikan kontribusi besar dalam membangun serangan. Yasin Ayari menjadi salah satu pemain yang paling mencuri perhatian berkat dua gol spektakuler dari luar kotak penalti. Kemampuan itulah yang harus diantisipasi oleh lini belakang Belanda.

Selain itu, duet Alexander Isak dan Viktor Gyokeres kembali menjadi ancaman utama Swedia. Keduanya tampil tajam sekaligus menunjukkan kerja sama yang efektif saat mengacak-acak pertahanan Tunisia.

Ronald Koeman menegaskan, timnya telah melakukan evaluasi menyeluruh setelah hasil imbang melawan Jepang. Menurutnya, pertandingan melawan Swedia menjadi kesempatan bagi Oranje untuk menunjukkan respons yang tepat.

Ia mengakui masih ada sejumlah aspek yang perlu diperbaiki, terutama dalam menjaga konsentrasi dan organisasi permainan ketika tim sedang unggul. “Kami harus belajar dari pertandingan pertama. Ada banyak hal positif, tetapi kami juga kehilangan kendali pada beberapa momen penting. Melawan Swedia, kami harus tampil lebih konsisten selama 90 menit,” ujar Koeman.

Mantan pelatih Barcelona itu juga menegaskan bahwa Belanda tetap akan mengandalkan penguasaan bola sebagai identitas permainan mereka. “Kami memiliki kualitas untuk mengontrol pertandingan. Yang terpenting adalah tetap tenang, memainkan sepak bola kami, dan memanfaatkan peluang yang kami ciptakan,” katanya.

Koeman juga meminta para pemainnya tidak terbebani oleh situasi klasemen. Menurutnya, fokus utama adalah memenangkan pertandingan tanpa terlalu memikirkan skenario lain di Grup F.

Sementara, pelatih Swedia Graham Potter menegaskan, bahwa laga melawan Belanda akan menjadi tantangan yang jauh berbeda. Ia menyebut Oranje sebagai salah satu tim dengan kualitas terbaik di turnamen ini. “Belanda memiliki banyak pemain berpengalaman dan kualitas individu yang luar biasa. Kami menghormati mereka, tetapi kami datang untuk bersaing dan meraih hasil terbaik,” ujar Potter.

Ia menilai, timnya harus mampu mempertahankan disiplin permainan seperti yang ditunjukkan pada laga pertama. “Kami harus bermain kompak, disiplin, dan memanfaatkan setiap ruang yang tersedia. Jika ada celah di pertahanan lawan, kami harus siap menghukumnya,” kata Potter. 

Editor: Oscar Fraby

Editor : Arief
#timnas swedia #timnas belanda #piala dunia