Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Jadi Raja Gol Piala Dunia, Lionel Messi Samai Catatan Legenda Jerman Miroslav Klose

M Idris Jian Sidik • Kamis, 18 Juni 2026 | 08:01 WIB
Argentina
Argentina's forward #10 Lionel Messi celebrates scoring his team's first goal during the 2026 World Cup Group J football match between Argentina and Algeria at the Kansas City Stadium in Kansas City on June 16, 2026. (Photo by Roberto SCHMIDT / AFP)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, KANSAS - Lionel Messi kembali menunjukkan kelasnya di panggung tertinggi sepak bola dunia. Kapten Argentina itu mencetak hattrick saat membawa timnya mengalahkan Aljazair 3-0 pada laga pembuka Grup J Piala Dunia 2026, Rabu (17/6) pagi Wita.

Tiga gol yang dicetak Messi pada menit ke-17, 60, dan 76 bukan hanya memastikan kemenangan Albiceleste. Tetapi, mengantarkannya menyamai rekor pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia milik legenda Jerman, Miroslav Klose.

Tambahan tiga gol tersebut membuat koleksi gol Messi di putaran final Piala Dunia menjadi 16 gol dari enam edisi yang diikutinya, yakni 2006, 2010, 2014, 2018, 2022, dan 2026. Catatan itu menyamai torehan Klose yang juga mengemas 16 gol selama kariernya bersama Jerman.

Messi kini telah melampaui sejumlah legenda dunia lainnya seperti Ronaldo Nazario yang mengoleksi 15 gol serta Gerd Muller dengan 14 gol. Berbeda dengan Klose yang telah pensiun sejak membawa Jerman menjuarai Piala Dunia 2014, Messi masih aktif bermain dan berpeluang besar menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa secara tunggal.

Menariknya, sebelum laga Argentina dimulai, posisi Messi sempat terancam setelah penyerang Prancis Kylian Mbappe mencetak dua gol dalam kemenangan 3-1 atas Senegal. Brace tersebut membuat Mbappe mengoleksi 14 gol dari tiga edisi Piala Dunia.

Meski terus memecahkan rekor, Messi mengaku tidak terlalu memikirkan pencapaian individu. Pemain berusia 39 tahun itu lebih memilih menikmati setiap momen yang masih bisa ia jalani bersama tim nasional Argentina. “Semua yang saya alami sekarang adalah bonus. Saya beruntung bisa mencapai semua impian saya, bahkan lebih dari yang pernah saya bayangkan, baik secara profesional maupun pribadi,” ujarnya.

“Sekarang saya hanya menikmati ini, menjadi bagian dari tim yang luar biasa, merasa baik, dan bisa menikmatinya di lapangan. Ini jauh melebihi apa yang saya bayangkan saat masih kecil,” imbuhnya.

Pada pertandingan tersebut Argentina sebenarnya sudah mengancam sejak awal laga. Messi sempat mencetak gol pada menit kelima, namun dianulir karena offside. Aljazair juga mengalami nasib serupa ketika gol Fares Chaibi dibatalkan wasit tiga menit kemudian.

Argentina akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-17 melalui tendangan kaki kiri Messi dari luar kotak penalti setelah menerima umpan Rodrigo De Paul. Keunggulan 1-0 bertahan hingga turun minum.

Pada babak kedua, dominasi Argentina berlanjut. Messi menggandakan keunggulan pada menit ke-60 setelah memanfaatkan bola muntah hasil tembakan Alexis Mac Allister. Enam belas menit berselang, megabintang Inter Miami itu kembali mencatatkan namanya di papan skor untuk melengkapi hattrick pertamanya sepanjang sejarah penampilannya di Piala Dunia.

Pelatih Argentina Lionel Scaloni mengaku tak lagi memiliki kata-kata untuk menggambarkan kontribusi sang kapten. “Saya tidak punya kata-kata untuk menggambarkan Messi. Selama 20 tahun dia membuat kami terbiasa melihat hal-hal seperti ini dan menginspirasi semua orang yang menontonnya bermain,” tuturnya.

Kemenangan tersebut membuat juara bertahan Piala Dunia itu memimpin persaingan awal di Grup J. Argentina selanjutnya akan menghadapi Austria sebelum menantang Yordania pada laga berikutnya.

Editor : Arief
#Lionel Messi #timnas argentina #piala dunia