RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, HOUSTON - Portugal akan memulai perjalanan mereka di Piala Dunia 2026, menghadapi Republik Demokratik Kongo (RD Kongo) pada laga perdana Grup K. Pertandingan akan berlangsung di Stadion Houston, Amerika Serikat, Rabu (17/6) waktu setempat atau Kamis (18/6) pukul 01.00 Wita.
Di atas kertas, Portugal menjadi unggulan kuat untuk meraih kemenangan pertama sekaligus membuka peluang memimpin persaingan di Grup K yang juga dihuni Kolombia dan Uzbekistan.
Portugal datang ke Amerika Serikat dengan status sebagai salah satu kandidat juara. Meski belum pernah mengangkat trofi Piala Dunia, kualitas skuad yang dimiliki membuat tim asuhan Roberto Martinez masuk dalam daftar penantang serius gelar juara.
Prestasi terbaik Selecao das Quinas di ajang Piala Dunia terjadi pada edisi 1966 saat finis di posisi ketiga. Setelah itu, pencapaian terbaik mereka adalah menempati peringkat keempat pada 2006 dan mencapai babak perempat final pada edisi 2022.
Dalam beberapa dekade terakhir, Portugal kerap dinilai belum mampu memaksimalkan potensi generasi emas yang dimiliki. Gelar Piala Eropa 2016 memang berhasil diraih, namun trofi Piala Dunia masih menjadi target terbesar yang belum terwujud, termasuk bagi sang kapten Cristiano Ronaldo.
Modal Portugal menuju turnamen kali ini terbilang cukup meyakinkan. Mereka meraih tiga kemenangan beruntun dalam laga uji coba melawan Amerika Serikat, Chile, dan Nigeria. Sebelumnya, Portugal juga menutup fase kualifikasi dengan kemenangan telak 9-1 atas Armenia.
Meski demikian, kekalahan dari Republik Irlandia pada akhir tahun lalu masih menyisakan pertanyaan mengenai konsistensi mereka saat menghadapi lawan-lawan tangguh di turnamen besar.
Sementara itu, RD Kongo datang dengan semangat tinggi setelah memastikan diri kembali tampil di putaran final Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam 52 tahun. Tiket ke Amerika Serikat mereka raih setelah mengalahkan Jamaika 1-0 pada final playoff antarbenua.
Tim berjuluk The Leopards itu juga sempat menahan Denmark tanpa gol dalam laga uji coba awal Juni sebelum kalah tipis 1-2 dari Chile. Pencapaian mencapai babak 16 besar Piala Afrika terakhir menjadi modal tambahan bagi pasukan Sebastien Desabre untuk mencoba membuat kejutan.
Laga ini akan menjadi pertemuan pertama dalam sejarah antara Portugal dan RD Kongo. Dengan perbedaan kualitas serta pengalaman di level internasional, hasil selain kemenangan Portugal berpotensi menjadi salah satu kejutan terbesar pada fase grup.
Roberto Martinez diprediksi akan langsung menurunkan kekuatan terbaiknya sejak menit pertama. Sorotan utama tentu tertuju kepada Cristiano Ronaldo yang kembali dipercaya memimpin lini depan. Penyerang berusia 41 tahun itu berpeluang mencatatkan penampilan ke-229 bersama tim nasional sekaligus menambah koleksi 143 gol internasional yang telah ia bukukan sepanjang karier.
Selain Ronaldo, Portugal juga diperkuat sejumlah pemain yang sedang berada dalam performa terbaik. Trio Paris Saint-Germain, Nuno Mendes, Joao Neves, dan Vitinha, diprediksi tampil sebagai starter setelah berkontribusi besar membawa klub mereka menjuarai Liga Champions musim 2025/2026.
Di lini tengah, Bruno Fernandes hampir pasti menjadi motor permainan Portugal. Kreativitas gelandang Manchester United itu akan menjadi salah satu senjata utama untuk membongkar pertahanan rapat yang kemungkinan diterapkan RD Kongo.
Di kubu lawan, RD Kongo diperkirakan akan mengandalkan kekuatan kolektif dan disiplin bertahan. Aaron Wan-Bissaka, Axel Tuanzebe, Chancel Mbemba, dan Arthur Masuaku berpotensi mengisi lini belakang dalam skema lima bek.
Untuk sektor tengah, Noah Sadiki diproyeksikan menjadi pengatur ritme permainan. Sementara ancaman terbesar di lini depan akan datang dari duet Yoane Wissa dan Cedric Bakambu.
Bakambu saat ini menjadi pencetak gol terbanyak di skuad RD Kongo dengan koleksi 21 gol internasional. Adapun Wissa telah menyumbangkan sembilan gol dan diharapkan mampu memanfaatkan peluang serangan balik yang didapat timnya.
Meski berstatus unggulan, Roberto Martinez meminta para pemain Portugal tidak meremehkan lawan. Menurutnya, sejarah menunjukkan timnya kerap mengalami kesulitan saat menghadapi negara-negara asal Afrika.
Martinez menegaskan fokus penuh menjadi kunci untuk menghindari hasil yang tidak diinginkan pada laga pembuka. Ia juga berharap Portugal mampu menguasai lini tengah melalui peran Bruno Fernandes dan Vitinha sehingga dapat mengendalikan jalannya pertandingan sejak awal.
“Kami harus menghormati setiap lawan. Tim-tim Afrika selalu memiliki kualitas fisik dan semangat juang yang tinggi. Kami harus mengontrol permainan melalui penguasaan bola dan kreativitas di lini tengah,” ujar Martinez.
Baginya, kemenangan pada laga pertama akan menjadi modal penting untuk menjaga momentum dalam perjalanan Portugal di Piala Dunia 2026.
Di sisi lain, pelatih RD Kongo Sebastien Desabre menegaskan bahwa keberhasilan lolos ke putaran final setelah penantian panjang lebih dari setengah abad bukanlah akhir dari perjuangan timnya.
Desabre menekankan bahwa The Leopards datang ke Amerika Serikat bukan sekadar untuk meramaikan turnamen. Ia ingin anak asuhnya tampil kompetitif dan berani memberikan perlawanan kepada tim-tim besar. “Kami menghormati Portugal, tetapi kami tidak datang ke sini hanya untuk berpartisipasi. Kami ingin bersaing dan menunjukkan bahwa RD Kongo layak berada di panggung ini,” katanya.
Editor : Arief