RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Purbalingga – Persemar Martapura menutup kiprahnya di putaran nasional Liga 4 Piala Presiden 2025/2026 dengan kemenangan meyakinkan.
Wakil Kalimantan Selatan itu sukses menundukkan Cimahi United dengan skor 4-1 pada laga terakhir Grup Q babak 32 besar nasional di Stadion Gelora Goentoer Darjono, Purbalingga, Jawa Tengah, Senin (15/6) sore.
Meski berhasil mengamankan tiga poin, hasil tersebut belum cukup untuk membawa Persemar melangkah ke babak 16 besar nasional.
Pada pertandingan lain yang berlangsung bersamaan, Pesik Kuningan berhasil menahan imbang tuan rumah Persibangga Purbalingga dengan skor 1-1.
Tambahan satu poin itu membuat wakil Jawa Barat tersebut mengamankan posisi runner-up Grup Q sekaligus merebut tiket terakhir menuju fase 16 besar.
Persibangga Purbalingga keluar sebagai juara grup dengan koleksi tujuh poin hasil dua kemenangan dan satu kali imbang. Sementara Pesik Kuningan finis di posisi kedua dengan empat poin dari satu kemenangan, satu hasil seri, dan satu kekalahan.
Adapun Persemar Martapura harus puas berada di peringkat ketiga dengan raihan tiga poin hasil satu kemenangan dan dua kekalahan selama fase grup babak 32 besar nasional.
Meski gagal melanjutkan perjalanan, pelatih Persemar Martapura, Syaifullah Nazar, tetap memberikan apresiasi tinggi terhadap perjuangan para pemain yang mampu bersaing hingga putaran nasional.
Menurut pelatih yang akrab disapa Fullah tersebut, anak asuhnya telah menunjukkan semangat dan kerja keras luar biasa sejak babak 64 besar hingga 32 besar nasional.
“Sebagai pelatih saya sangat mengapresiasi perjuangan para pemain yang luar biasa, mulai dari babak 64 besar sampai 32 besar. Mereka sudah memberikan kemampuan terbaik selama kompetisi berlangsung,” ujarnya, Selasa (16/6/2026).
Fullah menilai kualitas tim-tim yang tampil di putaran nasional sebenarnya tidak terpaut jauh satu sama lain. Namun faktor kesiapan tim secara menyeluruh menjadi pembeda dalam persaingan yang ketat tersebut.
“Secara tim, seluruh peserta sebenarnya tidak terlalu jauh berbeda kualitasnya. Hanya saja, seberapa siap kita sebagai tim untuk menghadapi putaran nasional Liga 4,” katanya.
Ia berharap pengalaman musim ini dapat menjadi pelajaran berharga bagi Persemar Martapura untuk menghadapi kompetisi mendatang. Evaluasi akan dilakukan di berbagai aspek agar tim bisa tampil lebih kompetitif pada musim berikutnya.
“Mungkin kita harus lebih siap lagi di segala aspek pada musim yang akan datang,” pungkasnya.
Meskipun langkah Persemar terhenti di babak 32 besar nasional, pencapaian menembus fase tersebut tetap menjadi modal penting bagi tim asal Martapura untuk terus berkembang dan bersaing di level nasional pada musim-musim berikutnya.
Editor : Sutrisno