RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarmasin - PS Barito Putera tancap gas lebih awal. Manajemen Laskar Antasari menjadwalkan seluruh pemain kembali berkumpul dan menjalani latihan perdana pada Juli 2026.
Ini jadi langkah awal persiapan tim menyambut Liga 2 musim 2026/2027.
Owner Barito Putera, Hasnuryadi Sulaiman, menyebut keputusan ini punya dua tujuan utama. Pertama, menjaga kondisi fisik pemain agar tak kelamaan libur. Kedua, mencegah risiko cedera dari turnamen antarkampung atau tarkam.
"Kita inginnya bulan Juli sudah mulai. Kita tidak ingin terlalu lama libur agar pemain tidak main tarkam. Itu berpotensi cedera dan merugikan pemain serta tim," ujarnya, Senin (15/6/2026).
Kekhawatiran cedera akibat tarkam memang bukan barang baru di sepak bola Indonesia. Banyak pemain datang pramusim dengan kondisi tak optimal karena cedera ringan atau kelelahan dari luar program klub. Barito Putera ingin memutus rantai itu.
Meski ketat soal risiko, manajemen tetap memberi ruang. Pemain yang ingin tambah penghasilan di luar agenda klub tetap boleh, asal satu syarat: izin dulu.
"Bagi pemain yang ingin menambah penghasilan, kita tidak melarang. Tapi harus izin sesuai aturan," tegas Hasnur.
Pendekatan terbuka tapi beraturan ini jadi cerminan filosofi Barito. Hasnur berkali-kali menegaskan hubungan personal dengan pemain jadi fondasi tim sejak awal bursa transfer.
Sambil menunggu Juli, kerja di luar lapangan jalan terus. Manajemen masih negosiasi perpanjangan kontrak pemain yang belum deal, sekaligus memantau amunisi baru untuk musim depan.
Persiapan lebih awal ini jadi sinyal jelas dari Barito Putera. Target musim ini bukan cuma tampil di Liga 2, tapi kembali ke "rumah" mereka yang sesungguhnya.
Editor : Sutrisno