RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM - Nama Lamine Yamal terus menjadi sorotan di dunia sepak bola. Meski baru berusia 18 tahun, bintang muda Barcelona dan tim nasional Spanyol itu sudah dianggap sebagai salah satu talenta terbaik generasinya.
Penampilan gemilangnya dalam beberapa musim terakhir membuat Yamal mulai disejajarkan dengan deretan pemain elite dunia seperti Lionel Messi, Cristiano Ronaldo, Kylian Mbappe, hingga Neymar Jr.
Namun di tengah derasnya pujian yang mengalir, mantan bek tim nasional Prancis Patrice Evra justru melontarkan komentar yang memancing perdebatan. Evra, yang dikenal sebagai salah satu bek kiri terbaik pada masanya, mengaku tidak akan kesulitan menghadapi Yamal jika keduanya bermain di era yang sama.
Dalam wawancara yang dikutip dari MARCA dan ESPN UK, mantan pemain Manchester United itu bahkan dengan percaya diri menyebut dirinya akan mampu menghentikan pergerakan Yamal. "Evra di masa jayanya melawan Yamal, aku akan melahapnya hidup-hidup. Maaf, Lamine. Aku menyayangimu. Tapi tanyakan pada Cristiano, tanyakan pada Messi, tanyakan pada pemain lain ketika mereka menghadapiku. Aku bukan teman baik," ujar Evra.
Pernyataan tersebut langsung menjadi perbincangan hangat di kalangan pencinta sepak bola. Sebagian mendukung klaim Evra dengan alasan pengalaman dan kualitas bertahannya yang sudah teruji menghadapi pemain-pemain terbaik dunia.
Namun, banyak pula yang menilai Yamal memiliki karakter permainan yang berbeda. Kecepatan, kreativitas, dan kemampuan dribel yang dimilikinya dianggap cukup untuk menyulitkan siapa pun, termasuk bek-bek terbaik sekalipun.
Perdebatan semakin menarik karena Yamal saat ini tengah berada dalam performa terbaiknya. Ia baru saja membantu Barcelona meraih gelar LaLiga untuk musim kedua secara beruntun, dan menjadi salah satu pemain paling berpengaruh di skuat Blaugrana.
Meski demikian, perhatian Yamal kini juga tertuju pada kondisi fisiknya. Pemain muda Spanyol tersebut masih memantau perkembangan cedera hamstring kiri yang sempat mengganggu persiapannya menjelang Piala Dunia 2026.
Kebugarannya akan menjadi faktor penting bagi Spanyol yang menargetkan gelar juara dunia kedua setelah sukses menjuarai turnamen pada 2010.
La Roja dijadwalkan memulai perjuangan mereka di Grup H dengan menghadapi Tanjung Verde pada 15 Juni. Setelah itu, Spanyol akan berhadapan dengan Arab Saudi pada 23 Juni dan Uruguay pada 27 Juni.
Terlepas dari kontroversi komentar Evra, satu hal yang tidak bisa dibantah adalah status Lamine Yamal sebagai salah satu pemain muda paling menjanjikan di dunia saat ini. Jika mampu tampil maksimal di Piala Dunia 2026, ia berpeluang menjadi salah satu bintang terbesar turnamen tersebut.
Editor : Arief