Sempat Dua Kali Jalani Operasi, Kiper Muhammad Ridho Pamit dari Barito Putera
M Idris Jian Sidik• Selasa, 9 Juni 2026 | 13:09 WIB
PERGI: Muhammad Ridho, kiper andalan PS Barito Putera musim lalu, mengumumkan perpisahannya dengan Laskar Antasari melalui akun Instagram pribadinya @20muhridho pada Senin (8/6/2026). (M Idris Jian Sidik)RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarmasin – Sebuah pesan pamit yang mengharukan muncul di Instagram pada Senin (8/6/2026) malam.
Di balik layar ponsel ribuan pendukung Barito Putera, kata-kata Muhammad Ridho mengalir dengan tulus, penuh syukur, dan kenangan.
Ia mengucapkan terima kasih kepada tim yang telah menerimanya apa adanya.
"Terima kasih yang sebesar-besarnya untuk PS Barito Putera, staf pelatih, pemain, official, serta suporter yang menerima saya dengan apa adanya, tulus, serta menjadikan saya keluarga besar di tim ini," tulis Ridho dalam unggahannya yang dalam hitungan jam meraih lebih dari 2.300 likes.
Muhammad Ridho resmi meninggalkan PS Barito Putera. Kiper andalan Laskar Antasari musim lalu itu memilih mengumumkan perpisahannya sendiri.
Dalam pesannya, Ridho tidak menyembunyikan betapa beratnya perjalanan yang ia lalui bersama Barito Putera.
Dua kali naik meja operasi menjadi sebuah cobaan yang bisa menghancurkan karier siapa pun. Tapi Ridho tidak menyerah.
"Banyak rintangan saya bergabung di sini, dengan dua kali naik meja operasi, namun saya tidak menyerah untuk membela tim ini dengan sepenuh hati serta dengan slogan klub yaitu WAJA SAMPAI KAPUTING," tulis Ridho.
Ia juga mengucapkan terima kasih khusus kepada pemilik Barito Putera, Hasnur Sulaiman, dan Firmandida atas kepercayaan yang diberikan selama ini.
Pamit Ridho ditutup dengan doa. Semoga Barito Putera akan menjadi tim besar, selalu disegani, dan berprestasi dalam waktu dekat.
Kepergian Ridho bukan hanya mengejutkan publik, tetapi juga para suporter setia yang selama ini menyaksikan langsung bagaimana kiper bertubuh tegap itu menjadi tembok kokoh di bawah mistar gawang Stadion 17 Mei.
Ketua Bidang Suporter Barito Mania, Aldino Yoga, mengungkapkan perasaan campur aduk saat mendengar kabar kepergian Ridho.
"Sebenarnya terkejut mendengar kabarnya tidak lagi di Barito Putera. M. Ridho sosok yang menurut saya layak bertahan," ungkapnya.
"Kami sebagai suporter juga berterima kasih banyak terhadap dedikasi Ridho terhadap Barito Putera. Jangan jara lah. Sampai jumpa di pertemuan selanjutnya."
"Semoga Ridho tidak cedera lagi dan bisa kembali up penampilannya dengan kembali dipanggil menjadi kiper di timnas Indonesia. Amin. Jangan lupa kembali suatu saat nanti," ujar Aldino.
Dengan kepergian Ridho, Barito Putera kini memiliki tiga kiper tersisa: Satria Tama, Danda, dan Norhalid. Dari ketiganya, Satria Tama dan Haudi Abdillah sudah dipastikan bertahan setelah memperpanjang kontrak mereka bersama Laskar Antasari.
Aldino menilai kedua kiper tersebut masih memiliki kapasitas yang layak untuk menjadi andalan di musim depan. Meski ia juga mengakui bahwa kepergian Ridho meninggalkan celah yang tidak mudah untuk diisi begitu saja.
"Soal pengalaman, kayaknya Barito Putera masih membutuhkan sosok Satria Tama dan Haudi. Performa mereka di musim sebelumnya juga lumayan bagus hingga layak dipertahankan. Haudi yang selalu memperlihatkan permainan wasakanya di lapangan tentu kita harapkan bisa memberikan yang lebih di musim berikutnya. Begitu pula Satria Tama yang kokoh di bawah mistar. Saya senang mereka diperpanjang," kata Aldino.
Namun ia juga menyadari bahwa rotasi skuad Barito Putera masih jauh dari kata final. Masih banyak kejutan yang dinantikan — dan Barito Mania, seperti biasa, setia menunggu.
"Semua masih menunggu kejutan selanjutnya. Sampai hari ini pelatih pun belum tahu bagaimana dan siapa ke depannya. Dan kami menunggu setiap kejutan itu," pungkas Aldino sembari tersenyum.